Kamis 03 Dec 2020 06:01 WIB

Program City Recovery, Pemkot Tangerang Optimalkan BLK

Pendapatan Kota Tangerang 2021 dirancang Rp 3,99 triliun, belanja Rp 4,34 triliun.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah.
Foto: Dok Republika
Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengusung empat program prioritas pembangunan dalam penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang tahun anggaran 2021. Program prioritas tersebut mulai dari infrastruktur hingga pendidikan.

"Empat program prioritas itu peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), infrastruktur, kesehatan, dan juga pendidikan," ujar Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, dalam keterangan tertulis dikutip pada Kamis (3/12).

Arief menjelaskan, pihaknya mengedepankan program city recovery pada tahun depan sebagai langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di Kota Tangerang. Di antaranya, mengoptimalkan balai latihan kerja (BLK) yang saat ini sedang digenjot di ratusan kelurahan di Kota Tangerang.

Dengan begitu, semakin banyak warga yang terlatih dan memiliki kemampuan seusai mendapat pelatihan di BLK. "Program pelatihan di tiap BLK yang ada akan dilanjutkan di tahun depan," terangnya.

Arief melanjutkan, Pemkot Tangerang juga menyiapkan beasiswa bagi siswa berprestasi yang tidak mampu di tingkat perguruan tinggi di tiap kecamatan. Selain itu juga dia mengklaim akan melakukan perbaikan infrastruktur di Kota Tangerang.

"Ada tiga jalan besar yang terdampak proyek pembangunan tol. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PU agar segera diselesaikan," jelas Arief. Dia menambahkan, pada 2021, Pemkot Tangerang juga akan melakukan persiapan untuk menghadapi pekan olahraga provinsi (Porprov) 2022.  

Dalam rancangan APBD 2021, Pemkot Tangerang menganggarkan pendapatan daerah sebesar Rp 3,99 triliun dan belanja daerah sebesar Rp 4,34 triliun. Defisit sebesar Rp 349 miliar ditutup dari pembiayaan netto atau selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan pada 2020.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement