Selasa 16 Jun 2020 19:47 WIB

Pemkab Banyumas Beri Pelatihan untuk Penyintas Covid-19

Banyak enyintas Covid 19 yang mengalami kesulitan ekonomi.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Dua pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh berjalan keluar ruang isolasi .ilustrasi
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Dua pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh berjalan keluar ruang isolasi .ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pemerintah Kabupaten Banyumas memberi perhatian lebih pada para penyintas Covid 19. Saat menjenguk mantan penderita Covid 19 yang sudah sembuh di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat, Bupati Achmad Husein berjanji akan memberikan bantuan pelatihan keterampilan.

''Kedatangan saya kesini untuk memastikan kehidupan mereka tetap berjalan normal. Terutama dalam hal ekonomi, kebutuhan mereka harus tercukupi,'' katanya, Selasa (16/6).

Baca Juga

Bupati mengaku, sebelumnya banyak menerima keluhan dari para penyintas Covid 19 yang mengalami kesulitan ekonomi. Selain karena terkendala modal usaha, masih ada sebagian orang yang takut berinteraksi dengan warga yang sudah sembuh.

''Mereka yang berdagang, sekarang seret usahanya, bahkan ada yang berhenti total. Ada yang tadinya jadi pegawai, setelah sembuh juga tidak bisa bekerja lagi. Hal ini  tentu harus mendapat perhatian pemerintah,'' katanya.

 

Menurutnya, salah satu yang akan dilakukan Pemkab Banyumas dalam membantu penyintas, antara lain dengan memberi pelatihan keterampilan kerja dan pemberian pinjaman bergulir yang tidak memberatkan. Untuk itu, dia meminta para penyintas mengusulkan bentuk keterampilan apa yang diinginkan dan berapa modal pinjaman yang dibutuhkan.

''Nanti kami juga akan membantu memasarkan produknya. Intinya, kita ingin membantu mereka memulihkan kehidupannya seperti sebelum terjangkit Covid 19,'' kata dia.

Salah seorang penyintas warga Kober, Bungkus Susanto, mengaku senang dan terharu atas perhatian yang diberikan Bupati. Dia berharap setelah mendapat bantuan, bisa melanjutkan usahanya yang sempat terhenti.

"Sebelum terkena Covid 19, saya berjualan es kelapa muda di sekitar stasiun. Tapi setelah orang tahu saya terkena penyakit ini, mereka tidak berani membeli es kelapa muda ke saya. Mendekat saja takut,  apalagi membeli,'' katanya.

Kepada Bupati, sosok yang tertular dari kluster Gowa ini, berharap agar aktivitas ibadahnya bisa kembali berjalan normal lagi. Hal ini mengingat dia dan beberapa warga lain yang terdampak Covid-19, belum diizinkan beribadah di masjid setempat. ''Kami sebenarnya ingin ibadah di masjid. Kalau pun shaf kami harus terpisah dengan jamaah lain, ya tidak apa-apa asal bisa melaksanakan ibadah di masjid,'' harapnya.

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Kelurahan Kober, Hisam, mengaku akan membicarakan harapan para penyintas ini dengan jemaah lainnya. ''Mungkin nanti dibuat shaf khusus dulu bagi warga yang pernah terkena penyakit Covid 19,'' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement