Ahad 22 Sep 2019 12:08 WIB

PJT II Jatiluhur Boyong Dua Penghargaan BUMN 2019

Air ini, salah satu bagian menjaga ketahanan pangan nasional.

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto
Dirut PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer, saat menerima penghargaan BUMN 2019, di Jakarta, (19/9).
Foto: Foto: Humas PJT II Jatiluhur
Dirut PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer, saat menerima penghargaan BUMN 2019, di Jakarta, (19/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, memboyong dua penghargaan dalam 2nd Revolusi Mental Awards BUMN 2019. Dua penghargaan yang diterima perusahaan pengelola Waduk Jatiluhur ini, yakni CEO Revolusi Mental Gotong Royong Terbaik II dan Gold Winner Kategori Indonesia Bersih. 

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer, mengatakan, perusahaannya ingin bertranformasi dengan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Selain itu, perlu adanya perubahan kebudayaan bagi SDM yang ada.

"Karena itu, kami melakukan perubahan dan terobosan. Seperti, turun langsung ke lapangan, mendengar suara dari bawah, dan melakukan perubahan untuk membangkitkan harapan di masa depan," ujar Saefudin, Ahad (22/9). 

Menurut Saefudin, potensi pengusahaan yang manageable, profesional, dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Maka, perusahaan akan berkontribusi lebih dalam konservasi lingkungan, mencegah kekeringan, manajemen banjir, mitigasi konflik SDA, serta value creation energi baru dan terbarukan. 

Tak hanya itu, untuk mewujudkan transformasi perusahaan secara merata, pihaknya memererat hubungan industrial dengan serikat karyawan Jasa Tirta II. Di mana, perusahaan menjadikan serikat pekerja, sebagai rekan untuk terus mengawal cita-cita perusahaan berada dalam koridor yang benar. 

Sehingga, pengusahaan dan pengelolaan SDA oleh BUMN akan menjadi lebih profesional sebagai perusahaan. Dengan triple bottom line people, plan dan profit. Itu juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. "Itu hope dan dream kami," ujarnya.

Saefudin menyebut, tugasnya di Jasa Tirta II merupakan patriot call karena perusahaan ini 90 persen mengelola air untuk pertanian. Air ini, salah satu bagian menjaga ketahanan pangan nasional. Pasalnya, Waduk Jatiluhur mengairi lebih dari 240 ribu hektar.

Dalam setahun, areal pertanian ini mampu panen minimalnya dua kali dalam setahun. Adapun produktivitasnya, rata-rata enam ton per hektar. Sehingga, bila dijumlahkan dari 240 ribu hektare ini, mampu menghasilkan Rp 13 triliun per tahunnya

Terkait dengan penghargaan ini, diraih perusahaan BUMN ini pada 19 September kemarin. Selain PJT II, peraih penghargaan lainnya yakni Pelabuhan Indonesia 3, Perum PPD  dan Perum Damri.

Penghargaan-penghargaan yang diberikan dalam Revolusi Mental Award 2019 ini, diharapkan dapat memotivasi lembaga pemerintahan, Kementerian dan BUMN untuk terus menjalankan semangat revolusi mental. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement