Ahad 18 Aug 2019 13:30 WIB

Kurangi Polusi Udara, Anies Baswedan Siapkan 2 Juta Tanaman

Anies Baswedan mengungkapkan kini 53 taman baru sedang dibangun di DKI Jakarta

Rep: Amri Amrullah/ Red: Hasanul Rizqa
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan keterangan kepada awak media seusai melaksanakan kurban di Mushola Babul Khoeirot, RT 5/4, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, Ahad (11/8).
Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan keterangan kepada awak media seusai melaksanakan kurban di Mushola Babul Khoeirot, RT 5/4, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, Ahad (11/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan penanaman sebanyak dua juta tumbuhan di 200 taman baru seluruh DKI Jakarta. Rencana ini dirancang sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Jakarta.

Gubernur Anies mengungkapkan, pada tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang membangun 53 taman baru. Tiap taman bernama "Taman Maju Bersama."

Baca Juga

Setiap tahun, lanjut dia, pihaknya akan membangun 50 taman sehingga targetnya memasuki tahun 2022 ada sebanyak 200 taman baru di Ibu Kota. Ini diharapkan akan membuat Jakarta lebih ramah lingkungan.

"Taman-taman ini tidak dibangun sendirian tapi dibangun bersama-sama, dikerjakan bersama komunitas," kata Gubernur Anies Baswedan kepada wartawan, Ahad (18/8).

Ke-53 taman yang sedang dibangun, lanjut Anies, melibatkan kolaborasi dengan masyarakat sekitar taman dan komunitas. Mereka diajak dalam berunding dan merancang taman yang dimaksud secara bersama-sama.

Dengan cara itu, Anies mengajak segenap masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dengan kondisi taman tersebut. "Inilah prinsip kolaborasi yang selalu kita dengungkan," terang Anies.

Kewenangan membangun taman-tamannya ada di pihak Pemprov DKI. Kemampuan anggaran pertamanannya juga berada di tangan Pemprov DKI.

Namun, gagasan dan solusi-solusi yang dibuat mesti sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Demikian pula dengan peruntukannya, yakni bagi masyarakat. "Sekarang sedang berjalan pembangunan taman-tamannya, Insya Allah awal Desember, 53 taman itu sudah jadi," ujarnya.

 

Sesuai Kebutuhan

Gubernur Anies menambahkan, penanaman tanaman dan pohon di seluruh 53 taman tersebut akan sesuai kebutuhan dan karakteristik tiap wilayah. Misalnya, untuk kawasan yang banyak dilalui kendaraan bermotor, maka tanaman yang menghuni taman setempat mesti berdaya serap tinggi polusi udara. Kemudian, untuk kawasan yang cukup lengang dilalui kendaraan bermotor, taman di sana akan mengutamakan faktor estetika.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzy Marsitawati mengatakan, pembangunan 53 taman "Maju Bersama" dalam progres 50 persen sampai 80 persen.

Ditargetkan, pada awal Desember mendatang seluruh 53 taman itu sudah selesai dan siap diresmikan Gubernur DKI Jakarta. Hingga tahun 2022 mendatang, targetnya ialah 200 taman baru telah dibuka, dengan dua juta tanaman. Pada akhirnya, Pemprov DKI Jakarta berharap kualitas udara di Jakarta semakin lebih baik.

"Besar harapan dengan penanaman secara masif 2 juta tanaman nanti pada 200 taman, dan selesainya 53 taman baru pada akhir tahun ini, dapat menciptakan suasana kota Jakarta yang nyaman dan sehat untuk warganya," imbuh Suzy.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kehutanan akan membangun 200 taman dan 2 juta tanaman, dengan rincian 500 ribu pohon dan 1 juta 500 tanaman hias, sampai dengan tahun 2022.

Selain itu, penanaman 100 ribu bougenville di Jl Sudirman - MH. Thamrin, pada 18 Agustus 2019 akan dimulai penanaman serentak tanaman penyerap polutan di 6 Kantor Walikota/Bupati oleh jajaran perangkat daerah dan 100 sekolah negeri oleh para guru dan murid sekolah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement