Selasa 09 Jul 2019 04:10 WIB

MP3I: Ucapan Terima Kasih ke Jokowi di Pesawat Hal Wajar

Habib Sholeh menilai tak ada masalah dengan stiker di pesawat pengangkut haji.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo memasuki pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).
Foto: Republika/ Wihdan
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo memasuki pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bendahara Umum Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Habib Sholeh Almuhdar menilai, tak perlu ada yang dipersoalkan dengan stiker di pesawat pengangkut calon jamaah haji, yang bertulisan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Ia mengajak seluruh pihak bisa secara jernih dan adil dalam menilai sesuatu.

"Enggak ada masalah dengan stiker itu, enggak perlu dipersoalkan," kata Habib Sholeh Almuhdar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (8/7).

Baca Juga

Seperti diketahui, stiker di pesawat Garuda yang digunakan untuk memberangkatkan peserta haji 2019 menjadi perhatian publik. Stiker itu bertuliskan 'Terima Kasih Pak Jokowi, Doakan Kami Menjadi Haji yang Mabrur'.

Namun, Habib Sholeh menilai hal itu adalah suatu yang wajar. Dia pun mengaku heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan stiker tersebut. Ia menilai, seolah Kebaikan apapun yang dilakukan pasti disalahkan.

"Garuda ini kan bagian dari negara. Saya pribadi justru mendukung dan mengapresiasinya. Karena memang tidak ada masalah sama sekali. Janganlah kita gemar menyerang atau menyudutkan sesama. Sikap seperti itu sangat tidak terpuji," katanya.

Habib Sholeh melanjutkan, terlebih Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan telah menjelaskan jika stiker itu dipasang hanya untuk hari pelepasan keberangkatan pertama jemaah calon haji di embarkasi Solo, Jawa Tengah. Setelah itu, badan pesawat dengan tulisan tersebut akan dibersihkan.

"Para pihak yang mempersoalkan stiker sepertinya belum menerima informasi yang utuh. Kita harus jernih dan secara adil melihat sesuatu," katanya.

Ia menilai, ucapan terima kasih kepada pemerintah Jokowi juga tidak ada salahnya mengingat kuota haji untuk Indonesia ditambah 10.000 jemaah. Hal ini, ia melanjutkan, terjadi setelah Presiden Jokowi bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) pada April 2019.  "Kita harus berterima kasih dengan penambahan kuota haji 10.000," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement