Senin 04 Mar 2019 23:02 WIB

Manggis Kabupaten Bogor Mengisi Kuota Ekspor ke Cina

Sejak November 2018 hingga awal Maret 2019 ekspor Manggis ke Cina mencapai 1.039 ton.

Rep: Zainur Mahsir/ Red: Andi Nur Aminah
Manggis
Manggis

REPUBLIKA.CO.ID, 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Cina menjadi negara tujuan ekspor buah manggis terbesar bagi Kabupaten Bogor. Terhitung sejak November 2018 hingga awal maret 2019 ekspor Manggis ke Cina mencapai 1.039 ton. Kepala dinas tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 30 hingga 40 persen dari produksi manggis Kabupaten Bogor yang ikut menjadi kuota ekspor Manggis ke Cina.

Baca Juga

Hal itu dinilainya sangat menguntungkan. Siti Nurianty pun masih mendorong para petani untuk dapat menjaga produktivitasnya sehingga akan lebih banyak lagi manfaat dari nilai tambah komoditas manggis tersebut. Hingga kini, pihaknya masih terus mendorong dan membantu para petani agar bisa menjaga peningkatan produksinya.

"Kita melakukan pembinaan tentang budi daya yang baik, penanganan hama terpadu dan penanganan panen dan pascapanen yang benar. Juga memberikan bibit untuk perluasan area tanaman pala," ujarnya.

Ia menambahkan, hingga kini dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bogor bekerjasama dengan PT Mahkota Manggis Sehati. Peran perusahaan tersebut adalah sebagai pelaksana ekspor bagi komoditas manggis dari Kabupaten Bogor.

Di Kabupaten Bogor sendiri sebenarnya sudah ada 39 kelompok tani manggis yang sudah teregistrasi dengan luas lahan yang tersedia sekitar 527,22 hektare. Siti Nurianty juga menambahkan bahwa secara bertahap pihaknya akan melakukan registrasi untuk kebun para petani yang sudah melakukan SOP.

Ia menuturkan bahwa sudah ada sekitar 16 kelompok tani manggis yang tersebar di tujuh desa dan tiga kecamatan yang sudah bekerjasama dengan PT untuk kebutuhan ekspor. Kecamatan Jasinga menjadi kecamatan dengan jumlah kelompok tani manggis paling banyak, yakni 10 kelompok.

"Saya berharap agar manggis bogor dapat lebih baik lagi kualitasnya dan bisa lebih banyak lagi ekspornya," ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (4/3).

Ia juga menambahkan bahwa ia bangga atas komoditas buah manggis Kabupaten Bogor yang kembali lagi bisa diekspor setelah beberapa tahun terhenti. "Kita melakukan pembinaan tentang budi daya yang baik,  penanganan hama terpadu dan penanganan panen dan pascapanen yang benar, juga memberikan bibit untuk perluasan area tanaman pala," ujarnya.

Di lain pihak anggota DPRD Kabupaten Bogor juga mengaku merasa senang atas prestasi komoditas manggis. "Bagus atuh alhamdulillah, kalau bisa dikembangkan, dirawat dan dipertahankan. Pemerintah daerah juga bertugas untuk mendukung dan mensupport, karena itu kan kerja keras dari rekan-rekan petani, harus mensupport akses, pemodalan dan pemasarannya, karena itu kewajiban kita (pemerintah daerah)," ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya masih terus berupaya mendorong agar para petani itu diberikan akses pemasarannya dan pemodalan yang mencukupi. Meskipun ia mengaku belum bisa memberikan berapa anggaran pastinya, karena itu akumulatif.

Ia berharap agar ke depannya pemerintah daerah bukan hanya sekadar launching komoditas manggis. Menurutnya, ke depan harus lebih difokuskan komoditas yang lainnya. "Taruhlah sekarang komoditas manggis sudah mulai. Ke depannya fokuskan lagi komoditas lainnya," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement