Jumat 15 Feb 2019 11:14 WIB

Tokoh Adat Diajak Tangkal Hoax di Daerah

Ketua Suku Dayak menilai berita hoax bisa memicu gesekan dan memecah belah

Forum Sosialisasi Pemilu 2019 “Menjadi Pemilih Cerdas” di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (15/2).
Foto: Istimewa
Forum Sosialisasi Pemilu 2019 “Menjadi Pemilih Cerdas” di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (15/2).

REPUBLIKA.CO.ID, SINGKAWANG – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kota Singkawang melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat adat Suku Dayak di Kalimantan Barat. Sosialisasi ini merupakan upaya kampanye pemilih cerdas yang dilakukan rutin oleh Pemerintah bekerja sama dengan KPU.

Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam Kemenkominfo Bambang Gunawan mengatakan kendati sosialisasi merupakan program yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Namun baru kali ini pihaknya melibatkan para tetua dan tokoh adat setempat dalam Forum Sosialisasi Pemilu 2019 “Menjadi Pemilih Cerdas”.

“Kali ini kita lakukan pendekatan dengan melibatkan tokoh adat. Dengan pendekatan melalui para tetua atau kepala suku, masyarakat memahami akan arti pentingnya memilih dalam Pemilu serta sekaligus dapat terdorong untuk berpartisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” ujar Gunawan di Singkawang, Kalimantan Barat dalam rilisnya, Jumat (15/2).

Selain itu, lanjut Gunawan pihaknya juga dalam kegiatan ini terus mengkampanyekan penangkalan berita hoax dalam Pemilu. Kampanye anti hoax merupakan bagian dari upaya menjadikan pemilih cerdas dalam memilih sehingga bisa menyalurkan suara tanpa intervensi dari pihak manapun.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat adat suku Dayak bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangkal berita hoax agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, terutama terkait pemilu 2019.

“Terkait berita hoax jelang pemilu, Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai upaya seperti menerima aduan konten untuk diblokir dan terutama melakukan berbagai forum-forum literasi seperti ini agar masyarakat lebih aware terhadap informasi hoax agar menjadi pengguna handphone yang cerdas dalam menerima informasi,” ujar dia.

Senada dengan Gunawan, Kasubdit Informasi Dan Komunikasi Pertahanan Dan Keamanan Kemenkominfo Dikdik Sadaka di forum yang sama mengatakan pendekatan kesukuan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang. Pihaknya telah memetakan suku-suku tertentu, melalui para tokoh dan tetua mereka untuk  terlibat dalam aktif dalam kampanye peningkatan partisipasi pemilih serta menjadi masyarakat yang cerdas dalam menyalurkan hak pilih.

“Jika masyarakat adat sudah memahami pentingnya arti Pemilu, maka akan mendorong partisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” kata Dikdik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Suku Dayak Aloysius Kilim turut mengkampanyekan agar masyarakat adat memastikan diri mereka terdaftar sebagai pemilih dan hadir di TPS pada 17 April 2019 mendatang.

“Kenali baik calon (caleg dan capres), pastikan kita semua masyarakat adat hadir di TPS dan memilih sesuai hati nurani,” seru Aloysius.

Terkait upaya penangkalan berita hoax, Aloysius beranggapan masyarakat suku Dayak telah memahami betapa bahayanya berita hoax yang bisa memicu gesekan dan memecah belah masyarakat terutama berita-berita bohong yang menyangkut agama dan kesukuan.

Sementara itu, Ketua KPU Singkawang Riko, mengatakan pihaknya selaku penyelenggara pemilu mengimbau agar masyarakat Dayak untuk memastikan di mana lokasi mereka untuk memilih pada hari-H pemilihan, sembari menegaskan bahwa Kota Singkawang telah siap menyongsong pemilu serentak pada 17 April 2019.

“Kami menghimbau agar masyarakat adat untuk memastikan ke KPU Singkawang jika ingin pindah lokasi pemilihan, untuk memastikan diri bisa memilih pada 17 April nanti. Kalau tidak memilih, maka kita akan mendapatkan wakil rakyat yang tidak kompeten,” pungkasnya.

Kegiatan Forum Sosialisasi Pemilu 2019 “Menjadi Pemilih Cerdas” merupakan program Kemenkominfo bekerja sama dengan KPU yang menyasar masyarakat adat di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. Kegiatan ini diisi dengan forum diskusi antara masyarakat adat dengan pemerintah, KPU dan Bawaslu di masing-masing daerah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement