Kamis 31 Jan 2019 21:07 WIB

Korban Tsunami Selat Sunda Dapat Bantuan Kemanusiaan

IndosatM2 menggandeng Rumah Zakat (RZ) dalam penyaluran bantuan ini.

Pantai Wartawan De Mansion hancur dihantam tsunami Selat Sunda.
Foto: Republika/Mursalin Yasland
Pantai Wartawan De Mansion hancur dihantam tsunami Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban Bencana Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Bulan November 2018 lalu, PT Indosat Mega Media (IndosatM2) melalui Sarana Kerohanian Islam IndosatM2 (SKI-IM2) kembali menyerahkan bantuan kemanusiaan menggandeng Rumah Zakat (RZ).

IndosatM2 bersama RZ menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan memasak (cooking set) kepada korban tsunami Selat Sunda di Kampung Rawayana, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten. 

Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan bersama karyawan bagi korban bencana. 

"Pemberian bantuan ini merupakan salah satu aksi dan bentuk kepedulian kami kepada saudara kita yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Besar harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban para korban terdampak tsunami Selat Sunda,” ujar Syachrial Syarif, Corporate Secretary IndosatM2, di Jakarta, Kamis (31/1).

Dalam kesempatan itu, IndosatM2 menyalurkan bantuan sebanyak 26 paket sembako dan 5 cooking set kepada warga terdampak tsunami Selat Sunda di Kampung Rawayana. Perwakilan dari IndosatM2, Denny Saputra, ZIS SKI-IM2, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat.

Seperti diketahui  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas akibat bencana tsunami Selat Sunda mencapai 437 orang. Dari jumlah itu tim evakuasi telah memakamkan 429 jenazah. Sisanya, delapan jenazah masih belum terdentifikasi.

Untuk korban luka-luka, BNPB mencatat ada 1.459 orang dan 10 orang hilang. Sementara jumlah pengungsi tercatat 36.923 orang. 

Gelombang tsunami Selat Sunda pada 22 Desember lalu menerjang sejumlah pesisir pantai di kawasan Banten dan Lampung. Gelombang itu diduga dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat 14 hari di Pandeglang, Banten. Di Lampung Selatan masa tanggap darurat berlaku tujuh hari, lalu diperpanjang selama satu minggu terhitung sejak 30 Desember lalu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement