Selasa 25 Dec 2018 22:35 WIB

Pemprov Jabar akan Galang Dana Bangun Masjid di Palestina

Penggalangan dana akan dilakukan akhir Januari 2019

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Yayasan Aman Palestin Indonesia membuka stan wakaf pembangunan Masjid Sheikh Ajlin Gaza di Kompleks Pusdai Kota Bandung, Ahad (31/12).
Foto: REPUBLIKA/Irfan Fitrat
Yayasan Aman Palestin Indonesia membuka stan wakaf pembangunan Masjid Sheikh Ajlin Gaza di Kompleks Pusdai Kota Bandung, Ahad (31/12).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jabar prihatin dengan hancurnya Masjid Syeikh Ajlin di Gaza. Pada 2014 lalu, masjid ini hancur dibombardir oleh Israel. Sampai kini masjid tersebut belum dibangun kembali, sehingga menyulitkan warga setempat yang ingin beribadah.

Bersama dengan organisasi Aman Palestin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk membantu muslim Palestina membangun kembali masjidnya.

Rencananya penggalangan dana akan dilakukan akhir Januari 2019, bersamaan dengan peluncuran desain masjid yang langsung didesain Gubernur Jabar tersebut.

"Masyarakatnya (di sana) sekarang nggak bisa beribadah, Sholat Jumat jauh. Mereka memohon bantuan akhirnya saya sepakati. Kalau soal urusan masjid pasti saya pasti bantu, sedang kami desain," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, usai melakukan pertemuan dengan Aman Palestin di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin petang (24/12).

Emil berharap, dalam waktu beberapa bulan ke depan, bisa mengetuk hati Muslim Jawa Barat khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. "Sehingga akhirnya Ukhuwah Islamiyahbisa kita hadirkan di Gaza," katanya.

Emil pun pernah mem-posting opsi desain gambar masjid tersebut di Instagram pribadinya beberapa waktu lalu. Masjid tersebut akan dilengkapi ornamen Asmaul Husna dengan bentuk bangunan modern.

"Saya kasih empat pilihan (yang pernah ada di Instagram), ternyata warga Palestina memilih opsi nomor dua kalau nggak salah yang ada kubahnya," kata Emil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement