Jumat 07 Dec 2018 15:23 WIB

Bupati Kepulauan Seribu Pimpin Grebeg Sampah

Grebeg sampah yang dilakukan bergilir itu kini digelar di Pulau Untung Jawa.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Andi Nur Aminah
Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad (Baju Putih Oranye) memimpin kegiatan gempur sampah di Pulau Untung Jawa, Jumat (7/12).
Foto: Dok. Pemkab Kepulauan Seribu
Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad (Baju Putih Oranye) memimpin kegiatan gempur sampah di Pulau Untung Jawa, Jumat (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melakukan aksi grebeg sampah di pantai mangrove, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jumat (7/12). Pembersihan sampah serentak ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Dewan Kabupaten, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas Pesisir Pantai Sudin Lingkungan Hidup, PJLP Sumber Daya Air, Damkar, RT, RW, Kader Jumantik, karang taruna dan warga pulau Untung Jawa.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad mengatakan, grebeg sampah ini rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi secara bergantian di sebelas Pulau permukiman. "Kami sangat konsen dan peduli terhadap kebersihan pulau, karena modal utama kita adalah bersih. Apalagi Pulau Seribu merupakan tempat wisata," kata Husein.

Husein menyampaikan, sampah yang menumpuk dapat menganggu kenyamanan dan memengaruhi jumlah wisatawan. "Kalau pengunjung yang sepi, maka akan berdampak pada angukutan kapal, homestay, pedagang menjadi sepi dan menggangu perekonomian," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Ade Slamet mengatakan, pembersihan sampah di pulau Untung Jawa sampah dilakukan di tiga lokasi yaitu di wilayah RW 01, 02 dan 03. "Alhamdulillah gerebek sampah berjalan dengan lancar. Selain membersihkan lingkungan kami pun membersihkan pantai dan laut," ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement