Ahad 13 May 2018 12:03 WIB

Kemenag Jatim Imbau Masyarakat Tetap Jaga Toleransi

Umat kristiani diminta melakukan doa dan ibadah di rumah masing-masing.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Binmas Kristen Kanwil Kemenag Jatim Yunus Doloe
Foto: Dadang Kurnia / Republika
Binmas Kristen Kanwil Kemenag Jatim Yunus Doloe

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Binmas Kristen Kanwil Kemenag Jatim Yunus Doloe mengimbau masyarakat Jawa Timur tetap menjaga toleransi setelah terjadinya teror bom di beberapa gereja yang ada di Surabaya. Yunus juga mengimbau agar umat kristiani tetap melakukan doa dan ibadah di rumah masing-masing.

"Kita mengimbau tetap saja ibadah doa di rumah-rumah masing-masing. Kita tetap menjaga toleransi karena kita orang berketuhanan yang harus tetap menjaga toleransi," ujar Yunus saat ditemui di salah satu lokasi ledakan, di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro nomor 146, Tegal Sari, Surabaya, Ahad (13/5).

Yunus menyatakan, masyarakat harus tetap berdoa karena apa yang terjadi tidak lepas dari kasih tuhan. Dia pun berharap, peristiwa ini bisa membuat negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) tambah solid.

"Tetap lah menjaga tolekaransi satu sama lain dan selalu berkepala dingin. Biarlah yang terjadi kita yakin asalnya dari tuhan kembali ke tuhan. Kita harus menyikapi secara postif," ujar Yunus.

Seperti diketahui, ledakan bom terjadi di Surabaya, Ahad (13/5) pagi. Ledakan bom terjadi di tiga gereja yang ada di sana. Tiga gereja yang dimaksud adalah GKI Diponegoro, GPPS Jl. Arjuna, dan Santa Maria Ngagel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement