Sabtu 16 Dec 2017 07:43 WIB

Beda Arkeolog Jaman Now dan Future (2)

Arkeolog (ilustrasi)
Foto: Reuters/MSNBC
Arkeolog (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ali Akbar*

Arkeolog jaman future dapat meneliti pemikiran dan perilaku manusia yang tidak terbendakan (mental culture) karena kini telah terekam dalam bentuk material berwujud gambar, foto, video dan lainnya. Arkeolog jaman future cukup menemukan artefak berupa gawai atau kartu yang ketika dinyalakan akan dapat berbicara atau menyatakan banyak hal dengan sendirinya. Jika ingin lebih detail dan lebih banyak lagi arkeolog jaman future dapat meneliti satelit.

Jika zaman dulu ada yang sengaja menulis di buku harian, maka zaman sekarang juga ada dan lebih masif mencatat secara digital. Miliaran orang misalnya merekam aktivitasnya dalam buku wajah atau buku muka yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris kita tentu tahu dengan jenis buku tersebut.

Ada yang sengaja merekam aktivitasnya. Ada yang sengaja mengomentari orang lain dan semuanya terekam. Ada juga yang aktivitasnya disebarkan oleh pihak lain karena data rekamannya sudah ada. Ada pula yang sekedar melihat status orang lain (stalking). Bahkan ada juga yang membuka akun media sosial orang yang sudah meninggal. Semuanya masih terekam dan menunggu waktu untuk dibuka pihak lain.

Puluhan abad lalu mungkin tidak pernah terbayangkan manusia dapat menciptakan aksara sehingga manusia dapat menulis dan meninggalkan periode prasejarah. Puluhan tahun lalu mungkin tidak pernah terbayang bahwa manusia dapat menciptakan teknologi informasi komunikasi (ICT) yang mampu menghasilkan dokumen dan berbagai rupa visual dengan kemampuan menyimpan dan menyebar data (saved and shared) yang sungguh luar biasa. Puluhan tahun ke depan, ketika kita meninggalkan masa kini alias meninggal dunia tentu kita harusnya tidak terkejut lagi dengan yang kita hadapi di alam lain.

Baca Juga: Beda Arkeolog Jaman Now dan Future (1)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement