Jumat 05 May 2017 14:44 WIB

Polisi Pastikan Rumah Jazuli Ditembak, Proyektil Jatuh ke Tempat Tidur?

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas kepolisian dari Polda Metro menunjukan sebuah lubang akibat tembakan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/5).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Petugas kepolisian dari Polda Metro menunjukan sebuah lubang akibat tembakan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi memastikan lubang di kaca lantai dua rumah Jazuli Juwaini diakibatkan karena tembakan. Kesimpulan itu dihasilkan dari analisa polisi pada lubang kaca rumah yang terletak di Jalan Musyawarah 10 RT 4 RW 4 Sawah Lama Ciputat Tangerang Selatan itu.

"Dari lubang pada kaca, dan luka pada dinding dibagian sebelah dalam kamar dipastikan akibat dari tembakan," kata Kasubdit Idola Jatanras AKBP Hendy F Kurniawan di Jakarta, Jum'at (5/5).

Karena proyektil tidak ditemukan, polisi mengungkapkan kemungkinan yang terjadi atas hilangnya proyektil tersebut. Salah satu perkiraan polisi, peroyektil ikut terbuang pada saat dibersihkan pembantu saat peluru  jatuh di tempat tidur. Akibatnya, menurut Hendy polisi belum bisa menyimpulkan secara pasti senjata yang digunakan.

Sementara untuk luka ditembok, Hendy menjelaskan, setelah peluru menembus kaca, kemudian mengenai tembok dalam kamar. Karena menabrak kaca, kecepatan peluru pun berkurang. Akibatnya, luka yang ditimbulkan di tembok hanya sedikit. "Kemungkinan jatuh di atas tempat tidur," kata Hendy.

Hendy menjelaskan, polisi juga memperkirakan, pelaku menembakan dari arah jalan sisi kanan rumah. Polisi pun menganalis posisi peluru yang masuk mengenai kaca mendatar. Peluru itu pun dimungkinan ditembakan dari bawah.

Namun, karena pengaruh gravitasi, peluru pun berjalan secara parabolik atau melengkung. Sehingga, saat mengenai kaca, posisi peluru sudah dalam posisi mendatar dan lubang di kaca pun mendatar.  "Analisa saya dan dikuatkan dengan analisa labfor  bahwa peluru yang mengenai kaca merupakan datar atau arah parabola menurun dari posisi tembakan awal," ujar Hendy.

Menurut Hendy, analisa tersebut masih bersifat sementara. Analisa itu bisa berubah berdasar temuan olah TKP dan analisa labfor. Hendy memastikan, polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk membuktikan analisa tersebut.

Baca juga,  Ini Hasil Olah TKP Awal di Rumah Jazuli Juwaini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement