Jumat 07 Apr 2017 13:10 WIB

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Timika

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi
Foto: Antara/Rahmad
Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Ratusan rumah yang ada di dua distrik di Mimika, Papua, terendam banjir pada Jumat (7/4), akibat hujan deras selama dua hari yang mengguyur wilayah itu. Air yang meluap dari sungai-sungai merendam ratusan rumah warga kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana dan dua kampung di distrik Kwamki Narama. 

Seorang warga yang ditemui di lokasi banjir di kelurahan karang senang mengatakan warga mulai merasakan debit air semakin meninggi sekitar pukul 01.00 WIT dini hari dan mulai membanjir rumah mereka. Sesuai dengan hasil pantauan langsung di lokasi banjir, air yang menggenangi rumah warga setinggi 30-50 cm dan mulai menyusut. 

Sekretaris Daerah Mimika, Ausilius You yang meninjau langsung lokasi banjir bersama sejumlah kepala SKPD terkait mengatakan selain hujan deras, banjir juga dikarenakan terjadi penyempitan daerah aliran sungai.

"Banyak rumah yang dibangun persis dekat aliran sungai sehingga terjadi penyempitan, air tidak bisa mengalir dengan baik sehingga meluap ke rumah warga," tuturnya. 

Sementara itu, kepala Dinas PU Mimika, Robert Mayaut mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan titik-titik terjadinya penyempitan untuk segera diperbaiki. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan akan dikerjakan pasalnya harus menunggu petunjuk dari Bupati Mimika.

"Kita koordinasi dulu dengan pimpinan, sementara itu titik-titik mana yang akan dinormalkan kita data," ujarnya. 

Tampak warga yang rumahnya terendam banjir saat ini masih menunggu air surut. Hingga kini belum ada langkah strategis pemerintah setempat untuk menurunkan alat berat seperti eksavator guna menormalkan kembali aliran sungai. 

Banjir di kelurahan karang senang juga menyebabkan salah satu SD meliburkan siswa mereka. Pasalnya ruangan kelas juga tergenang air.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement