Jumat 17 Feb 2017 10:00 WIB

Kemenag Serahkan Bantuan Rp 1,3 M untuk Korban Gempa Aceh

Kondisi bangunan ruang belajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Beuracan Trienggadeng yang rusak akibat gempa bumi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh (Ilustrasi)
Foto: Antara/Rahmad
Kondisi bangunan ruang belajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Beuracan Trienggadeng yang rusak akibat gempa bumi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA -- Kementerian Agama menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,3 miliar kepada masyarakat menjadi korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Bantuan tersebut diserahkan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Trisna Willy saat berkunjung ke Serambi Makkah.

Trisna menyampaikan rasa simpati dan empati atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh. Menurutnya, duka Aceh adalah duka daerah lainnya di Indonesia. selain dalam doa dan simpati, kebersamaan rasa dalam duka itu diwujudkan dalam empati, donasi, dan peduli.

"Saya menyadari sepenuhnya, bahwa apa yang saya bawa ini tidak akan mampu menghapus rasa duka di hati bapak, ibu, dan saudara sekalian. Namun setidaknya, ini akan mengingatkan kita semua bahwa kita tidak sendiri menghadapi bencana alam ini," ujar Trisna didampingi Ketua DWP Kemenag Indah Nur Syam, Sekretaris DWP Lia Kamaruddin, dan Kabiro Umum Syafrizal di Pidie Jaya, kemarin.

Bantuan yang ditujukan untuk pembangunan ruang kelas MTsN Pangwah Pidie Jaya ini terkumpul dari sumbangan Aparat Sipil Negara (ASN) Kemenag pusat, Kanwil Kemenag Provinsi NTT, DKI, Banten, Kankemenag Jakarta Selatan, serta sumbangan siswa-siswa madrasah di bawah naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

"Saya tentu berharap bahwa bantuan bencana alam ini jangan dilihat dari besaran jumlahnya, karena pasti tidak akan cukup. Tetapi, lihatlah dari ketulusan hati kami sebagai bagian dari bangsa Indonesia di mana masyarakat Aceh merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalamnya," tuturnya.

Trisna juga mengingatkan pentingnya tugas ibu dalam memulihkan mental anak-anak pascabencana. "Tugas para ibu adalah bagaimana mengembalikan mental anak-anak (trauma healing) agar tidak terganggu perkembangan mereka selanjutnya," tutup Trisna.

Gempa dengan kekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Aceh pada Rabu, 7 Desember 2016 lalu. Gempa ini menyebabkan sejumlah bangunan rumah, rumah ibadah, serta madrasah dan lembaga pendidikan Islam rusak, mulai dari rusak total sampai rusak sedang dan ringan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana. Selain melihat langsung keadaan para korban bencana, Menag juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 4,8 miliar

sumber : kemenag.go.id
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement