Rabu 21 Dec 2016 10:45 WIB

Hatta Taliwang: 20 Ribu Massa Rachmawati Bukan untuk Makar

Rep: Muhyiddin/ Red: Ilham
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri.
Foto: Antara/ Reno Esnir
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rachmawati Soekarnoputri dkk kini tengah menghadapi kasus dugaan makar yang ditangani Polda Metro Jaya. Rachmawati ditangkap bersama sejumlah tokoh dan aktivis lainnya menjelang aksi 212 pada 2 Desember lalu.

Salah satu tokoh yang ditangkap adalah mantan anggota DPR RI dari PAN, Hatta Taliwang. Menurut Hatta, Rachmawati sempat akan mengerahkan sekitar 20 ribu massa untuk melakukan unjuk rasa di luar pagar Gedung DPR-MPR. Bahkan, kata dia, surat pemberitahuan kepolisian juga telah disiapkan.

"Surat telah disiapkan (pemberitahuan polisi). Ada 20 ribu massa itu terbuka. Nggak untuk menduduki MPR. Kami dan Bu Rachma sudah meminta pimpinan MPR, tolong datang ke panggung kita untuk mendengar aspirasi kita. Jadi tidak ada menyerbu dan menyerang MPR," ujar Hatta usai diperiksa sebagai saksi dari Rachmawati di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/12) malam.

Selain itu, Hatta juga menegaskan, puluhan ribu massa yang akan dikerahkan Rachmawati tersebut bukan dari massa aksi super damai 212 yang dikerahkan GNPF MUI. "Nggak (bukan massa aksi 212), Ibu Rachma punya massa sendiri yang setuju dengan kembalikan ke UUD 45 awal," ucap Hatta.

Namun, Hatta enggan menanggapi kenapa aksi 2 Desember 2016 harus dilaksanakan berbarengan dengan aksi damai 212 tersebut. "Kalau itu tanyakan ke Ibu Rachma," kata Hatta.

Terkait pemeriksaannya, Hatta mengaku hanya diajukan penyidik sekitar 12 pertanyaan seputar pertemuan bersama Rachmawati pada 20 November dan 28 November di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat. "Tadi ada sekitar 12 pertanyaan dari penyidik. Ditanya seputar pertemuan di kantor ibu Rachma di UBK, ada pertemuan tanggal 20 November dan ada pertemuan terbatas tanggal 28 November. Hanya bicara teknis persiapan aksi tanggal 2 Desember, itu saja," ujar Hatta menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement