Rabu 07 Dec 2016 08:41 WIB

BPBD: Empat Warga Meninggal Akibat Gempa Aceh

Red: Ilham
Kondisi bangunan rusak pascagempa 6,4 SR di Ulee Glee, Kab. Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12), yang diunggah akun Twitter @Aceh Info.
Foto: twitter.com
Kondisi bangunan rusak pascagempa 6,4 SR di Ulee Glee, Kab. Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12), yang diunggah akun Twitter @Aceh Info.

REPUBLIKA.CO.ID, MUEREUDU -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya A Manaf menyatakan, empat warga meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang wilayah itu. Selain itu, sejumlah bangunan roboh.

"Benar, saya sudah mendapatkan informasi ada empat warga Pidie Jaya yang meninggal akibat gempa bumi dan saya belum tahu identitasnya," katanya, Rabu (7/12).

Menurut Manaf, gempa kuat itu juga merobohkan sejumlah tempat ibadah dan rumah warga. Bahkan, tidak sedikit warga Pidie jaya dilarikan ke rumah sakit umum daerah, karena mengalami luka parah. "Namun saya belum bisa melaporkan jumlah bangunan yang rusak akibat gempa," katanya lagi.

BMKG Aceh merilis, gempa 6,4 SR terjadi itu terjadi pada pukul 05:03 WIB, lokasi persisnya di 5.19 lintang utara (LU), 96.36 Barat Timur (BT) dan 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, dikedalaman 10 kilometer. Gempa juga kuat dirasakan di beberapa wilayah Aceh antaranya, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bireun, Lhokseumawe.

"Usai gempa sudah terjadi lagi gempa susulan sebanyak 4 kali dan dipastikan gempa ini tidak berpotensi terjadinya tsunami, namun masyarakat diimbau mewaspadai terjadinya gempa susulan," kata Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang.

Relawan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Aceh, Royan yang berada di lokasi rumah sakit mengharapkan bantuan medis dari daerah lain, khususnya daerah terdekat. Puluhan korban luka-luka ringan dan berat, khususnya patah tulang yang kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah di Meureudu sangat membutuhkan bantuan baik paramedis maupun obat-obatan. "Petugas kesehatan di RSUD Pidie Jaya kewalahan menangani korban, karena terbatasnya tenaga kesehatan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement