Ahad 18 Sep 2016 01:17 WIB

Kemenhub Gandeng Prancis untuk Tingkatkan SDM Penerbangan

Rep: Lintar Satria/ Red: Bayu Hermawan
Pilot pesawat terbang
Foto: Youtube
Pilot pesawat terbang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Wahyu Satrio Utomo menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengimplementasian pengembangan sumber daya manusia (SDM) Bidang Transportasi Udara dengan President of Ecole Nationale De LAviation Civile (ENAC), Marc Houalla.

Kerjasama tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM bidang transportasi udara dan berlaku selama 1 tahun terhitung sejak MoU tersebut ditandatangani. 

Wahyu Satrio Utomo menjelaskan seiring dengan perkembangan industri penerbangan yang semakin pesat, Kementerian Perhubungan dalam hal ini BPSDMP harus terus berusaha meningkatkan kemampuan SDM transportasi.

"Program pendidikan dari ENAC yaitu Master Degree Programme, Institutional Strengthless Cooperation Programme, Transfer of Technology untuk para dosen penerbangan mudah-mudahan dapat segera terwujud," jelas pria yang akrab disapa Tommy itu.

Tommy menyatakan bahwa pihaknya memilih ANEC untuk bekerja sama karena dia ingin standar terutama untuk dosen sesuai dengan standar internasional dan standarnya diterapkan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

"Kami akan mengirimkan masing-masing 2 orang dari tiap jurusan yang ada di STPI mulai tahun depan dan juga akan mengembangkan short course untuk pengelolan lembaga pendidikan penerbangan sehingga tata kelola STPI akan semakin baik dan dapat menghasilkan lulusan yang semakin baik pula," tegasnya.

Ia menjelaskan pertumbuhan pesawat tiap tahunnya adalah sekitar 70 unit pesawat. Pengembangan bandara pun mengikuti perkembangan pertumbuhan transportasi udara. Sehingga SDM penerbangan yang berkualitas dan profesional sangat dibutuhkan.

"Dalam hal ini, kemampuan  para SDM yang menangani penerbangan harus terus ditingkatkan dalam upaya peningkatan keselamatan penerbangan," ujarnya.

Tommy mengatakan untuk memenuhi tuntutan tersebut, dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk memberikan dampak positif terhadap keselamatan penerbangan di Indonesia. Dukungan tersebut bukan hanya dari dalam negeri tapi juga dari organisasi internasional seperti EASA, FAA, CAA, dan lainnya, dan sekarang dengan ENAC.

BPSDMP adalah badan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan SDM penerbangan melalui pendidikan dan pelatihan  untuk peningkatan keselamatan penerbangan. Sehingga, kata Tommy, kerjasama antara BPSDM dan ENAC ini sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan transportasi udara di Indonesia.

Sebelum penandatangan MoU tersebut, President of Ecole Nationale De LAviation Civile (ENAC), Marc Houalla telah  mengunjungi STPI dan Houalla menyatakan kekagumannya atas kualitas sarana dan prasarana yang ada di STPI.

"Mudah-mudahan ke depannya, para dosen dari STPI dapat segera mengikuti program-program kami," jelas Houalla.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement