Jumat 04 Mar 2016 13:01 WIB

Investor Thailand Bidik Investasi Kimia dan Kemasan

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Pabrik semen (ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Pabrik semen (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden & CEO SCG Roongrote Rongsiyopash mengatakan, setelah 20 tahun berinvestasi di bidang semen, perusahannya saat ini sedang melakukan ekspansi di sektor industri kimia bersama Chandra Asri. Ekspansi industri tersebut, dilakukan di wilayah Banten dengan produk inti yakni olefins, polyolefins, butadine, dan styrene monomer.

"Kami baru saja memulai ekspansi di bidang petrokimia bersama Chandra Asri. Share kami dengan Chandra Asri minoritas yakni 30 persen," ujar Rongsiyopash usai bertemu menteri perindustrian di Jakarta, Jumat (4/3).

Rongsiyopash menjelaskan, SCG memiliki tiga bisnis utama yakni SCG Cement-Building Materials, SCG Chemicals, dan SCG Packaging. Perusahaan asal Thailand ini sudah mulai mengoperasikan bisnisnya di Indonesia sejak 1995 dan melakukan investasi secara bertahap di ketiga bisnis tersebut.

Rongsiyopash menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara potensial untuk berinvestasi di industri semen dan bahan bangunan. Sebab, pemerintah Indonesia sedang gencar membangun proyek-proyek infrastruktur. Selain itu, investasi di industri kemasan juga cukup menjanjikan karena permintaanya banyak, yang terdiri dari kemasan plastik maupun kertas. 

 

"Industri petrokimia juga bagus, karena dapat mendukung industri lain seperti otomotif, tekstil, dan juga industri yang menggunakan teknologi tinggi. Saya pikir, Indonesia punya masa depan bagus di industri kimia," kata Rongsiyopash.

Saat ini, SCG memiliki 24 perusahaan di Indonesia dengan jumlah total karyawan sebesar 7.100 orang. Berdasarkan laporak kuartal IV 2015, SCG di Indonesia mempunyai aset senilai Rp 17.160 miliar. Produk yang ditawarkan adalah produk infrastruktur diantaranya SCG semen, beton siap pakai Jayamix by SCG, beton ringan SCG smartblock, dinding keramik, dan PVC resin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement