Jumat 04 Mar 2016 03:27 WIB

Kemkominfo Diminta Aktif Kampanyekan Bahaya Radikalisme

Rep: C25/ Red: Julkifli Marbun
Peneliti dan Pengamat Sosial-Keagamaan, Nasir Abbas saat menjadi pembicara pada diskusi Publik DPP PKB di Jakarta, Selasa (2/2).
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Peneliti dan Pengamat Sosial-Keagamaan, Nasir Abbas saat menjadi pembicara pada diskusi Publik DPP PKB di Jakarta, Selasa (2/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementeria Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dinilai miliki peran penting perangi radikalisme. Pasalnya, mereka memiliki akses langsung ke tangan masyarakat.

Pengamat Radikalisme dan Terorisme, Nasir Abbas, menyarankan Kemkominfo berperan aktif dalam memerangi paham radikalisme, yang kerap muncul tanpa disadari publik. Menurut Nassir, Kemkominfo memiliki akses langsung kepada masyarakat, seperti memberikan pesan ke ponsel yang selama ini kerap dilakukan.

"Kalau mereka bisa kasih pesan-pesan, kenapa tidak sebarkan pesan bahaya radikalisme, aksesnya ada," kata Nasir kepada Republika.

Ia meminta pemerintah lewat Kemkominfo, dapat secara aktif mengkampanyekan bahaya dari gerakan radikalisme, termasuk terorisme seperti ISIS. Dengan begitu, lanjut Nasir, pemerintah tidak terlihat selalu menyuarakan penolakan-penolakan, yang bisa jadi jenuh di mata publik.

Nasir menyarankan pesan yang disebarkan, bisa berupa tips-tips menghindari paham radikal, maupun ciri-ciri kelompok radikal agar dapat dihindari masyarakat. Sebab, pesan-pesan penting seperti itu selama ini sekadar diberikan di seminar, yang tentu tidak diikuti masyarakat dalam jumlah besar.

Meski begitu, ia tak menampik pesan yang disebarkan mungkin akan dibaca beberapa detik saja, terlebih jika sering dilakukan. Namun, Nasir meyakini pesan-pesan yang terbiasa dibaca setidaknya akan tersangkut di otak, sehingga sedikit demi sedikit menambah pemahaman akan bahay radikalisme.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement