REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapreasi pengelola gereja di Kalijodo yang bersedia membongkar sendiri bangunannya. Basuki atau biasa disapa Ahok mengatakan warga Kalijodo sudah cukup baik karena menerima pembongkaran gereja tanpa paksaan.
Dia menjelaskan akan menaati peraturan sebelum dilakukan pembongkaran dengan mengikuti tahapan mulai dari Surat Pemberitahuan (SP) 1 hingga SP Bongkar. "Enggak ada lebih cepet lebih cepat. SP 1 kan tujuh hari. Tapi teman-teman Kalijodo sudah bagus kok, yang dari gereja sudah kirim surat ke saya mereka katakan akan ikut dan taat pada pemerintah, akan bongkar sendiri, jemaat akan bongkar padahal gereja itu sudah berdiri 48 tahun," katanya kepada wartawan di Balai Kota, Senin (22/2).
(Baca Juga: Jemaat GBI Kalijodo Mulai Berkemas)
Ia mengatakan jika penganut umat beragama yang menempati Gereja tak ingin menolak perintah pemerintah. Sebab, para penganut agama tersebut menganggap penolakan kepada pemerintah adalah pelanggaran.
"Mereka bilang ya namanya umat beragama harus taat firman Tuhan, taat pada pemerintah, karena itu kan pelanggaran. Saya hargai gereja yang buat surat ke saya, seperti itu, kita hargai. Kita juga hargai sejumlah KK yang sudah pindah," ujarnya.




