REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi sepakat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal pemasangan reklame dengan LED. Ia setuju penayangan iklan yang sebelumnya banyak lewat papan besi reklame diganti dengan layar LED.
Prasetyo menilai keberadaan papan reklame saat ini juga mengurangi keindahan Jakarta sebagai Ibu Kota. Oleh karenanya memang harus disingkirkan.
"Kalau reklame dengan LED saya setuju sekali. Karena kita lihat papan reklame saat ini sudah sangat semrawut dan mengurangi estetika Jakarta sebagai kota metropolitan," katanya kepada Republika.co.id, Senin (28/9).
Menurutnya, sebagai Ibu Kota, Jakarta juga harus semakin modern layaknya kota-kota besar di seluruh dunia. Apalagi zaman canggih saat ini semua beralih pada dunia digital.
Ia menyebut pemasangan LED di gedung-gedung tentu akan mempercantik wajah Jakarta. Di mana akan banyak kelap kelip cahaya layaknya Hongkong, Jepang, dan Singapura.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa keberadaan papan reklame juga membahayakan warga yang melintas. Apalagi banyak kejadian warga atau kendaraan yang tertimpa reklame karena kondisinya yang makin juga minim pengawasan.
Selain itu, tambahnya, keberadaan LED juga akan mengurangi pemakaian listrik. Tidak perlu lagi ada lampu yang dipasang untuk menerangi billboard di pinggir jalan.
Gubernur Basuki juga mengatakan pemandangan indah akan tercipta lewat layar LED yang dipasang di gedung-gedung tinggi di Jakarta. Terutama di malam hari. Selain indah juga menghemat penggunaan listrik.
"LED kan listriknya kecil dan di Jakarta itu malam hari perkantoran pemakaian listriknya kecil sebetulnya, kan AC pada matiin, LED itu kecil paling 1 AC 2 AC, kalau dia mau pasang kan jadi rame," ujar gubernur yang disapa Ahok ini.