Kamis 02 Apr 2015 09:58 WIB

Selundupkan BBM, Prajurit TNI Bisa Dipecat

Danrem 161/Wiraksaksi Kupang Brigjen Achmad Yuliarto.
Danrem 161/Wiraksaksi Kupang Brigjen Achmad Yuliarto.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Komandan Korem 161/Wiraksaksi Kupang Brigjen Achmad Yuliarto mengatakan akan menindak tegas bahkan memecat prajurit TNI yang terbukti menyeludupkan bahan bakar minyak (BBM) ke negara Timor Leste.

"Jika ada prajurit TNI Korem 161/Wirasakti yang terlibat penyelundupan BBM ke Timor Leste maka akan langsung saya pecat, sebab ini memalukan korps angkatan," katanya di Kupang, Kamis (2/4).

Menurutnya, isu yang berkembang selama ini bahwa ada keterlibatan prajurit TNI dalam menyelundupkan BBM selama ini belum ada bukti yang jelas. Sejauh ini media-media yang memberitakan masalah tersebut tidak memiliki bukti yang kuat yang menyatakan adanya keterlibatan prajurit TNI.

Achmad juga meminta kepada masyarakat untuk membantunya jika mendapati adanya oknum yang terlibat maka segera melaporkan kepada pimpinan teratas yakni di Korem 161/Wirasakti. "Cukup foto saja, lalu tunjukkan kepada saya sebagai bukti agar bisa ditindak lanjuti," tambahnya.

Ia menambahkan sejauh ini untuk mencegah adanya prajurit TNI terlibat dalam aksi penyelundupan BBM, maka sebagai pimpinan tertinggi di Korem 161/Wirasakti Kupang selalu memberikan motivasi serta dukungan bagi para prajurit yang ditugaskan di pulau-pulau terdepan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pastinya dengan melakukan kunjungan-kunjungan tentu akan selalu memotivasi para prajurit untuk tetap semangat menjaga wilayah perbatasan," kata perwira tinggi berbintang satu tersebut.

Ia menjelaskan disamping melakukan kunjungan ke pulau-pulau terdepan tersebut, pihaknya juga memberikan tambahan uang saku untuk dapat memenuhi kebutuhan para prajurit di pulau yang dijaga. Fasilitas kendaraan yang cocok untuk wilayah perbatasan, seperti motor trail serta kendaraan beroda empat juga menjadi faktor utama untuk mendukung para prajurit TNI.

Namun ia mengakui, pulau-pulau perbatasan tersebut masih minim akan sarana air bersih, sehingga perlu perhatian khusus baik dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan kehidupan para prajurit di pulau-pulau terdepan tersebut.

"Di pulau Batek khususnya, para prajurit harus mengambil air bersih di pulau yang lain yang sudah memiliki air. Kita terus memberikan perhatian bagi mereka karena mereka adalah mata dan telinga kita untuk menjaga wilayah wilayah perbatasan, khusunya pulau terdepan agar tidak dicaplok negara lain," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement