Jumat 20 Feb 2015 16:16 WIB
Kisruh Lion Air

Angkasa Pura II Proses Pengembalian Uang Tiket Lion Air

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: Winda Destiana Putri
 Para calon penumpang Lion Air mengantre untuk melakukan refund di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat (20/2).  (Republika/Rakmawaty La'lang)
Para calon penumpang Lion Air mengantre untuk melakukan refund di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat (20/2). (Republika/Rakmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan proses pengembalian uang tiket, passenger service charge atau PSC, dan kompensasi sesuai peraturan sebesar Rp300 ribu, bagi calon penumpang Lion Air yang terdampak penundaan keberangkatan atau delay di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kebijakan ini merupakan salah satu rencana kontingensi sebagai bentuk pelayanan PT Angkasa Pura II (Persero) dan bukan merupakan suatu paksaan bagi calon penumpang, dalam artian bagi yang ingin diberangkatkan maka bisa tetap menunggu di terminal.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya memproses pengembalian uang tiket, PSC, dan kompensasi, demi memberikan pelayanan dan kepastian bagi calon penumpang yang terkena delay.

"Tentu saja dalam kesempatan berbeda hal ini akan dikoordinasikan dengan pihak maskapai terkait," kata dia, Jumat (20/2) siang.

Hingga saat ini sejumlah calon penumpang pesawat masih bertahan di Terminal 1 dan 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menunggu informasi terbaru dari pihak maskapai.

Adapun PT Angkasa Pura II (Persero) juga telah menyediakan lebih dari 1.000 porsi makanan dan minuman bagi para calon penumpang pesawat yang terdampak delay, dimana konsumsi sejumlah itu telah tersedia sejak Kamis, 19 Februari 2015, hingga perkembangan selanjutnya.

"Penyediaan konsumsi ini juga merupakan salah satu bentuk pelayanan dan empati PT Angkasa Pura II (Persero) kepada para calon penumpang, karena sejatinya secara ketentuan hal tersebut merupakan tanggung jawab maskapai," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement