Sabtu 07 Feb 2015 15:25 WIB

Bantuan Traktor Jokowi di Ngawi Masih Belum Terdistribusi

Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kanan) melihat traktor yang dibagikan Presiden Joko Widodo.
Foto: Antara
Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kanan) melihat traktor yang dibagikan Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Ratusan alat pertanian bantuan dari pemerintah yang secara simbolis diserahkan Presiden Joko Widodo kepada petani belum terdistribusi dan masih berada di lapangan Desa Keras Wetan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Petugas perakit alat pertanian dari PT Kubota Antok, Sabtu (7/2), mengatakan, belum terdistribusinya alat-alat pertanian tersebut karena masih dalam proses pembongkaran untuk dikirim ke sejumlah kota/kabupaten tujuan di Jawa Timur.

"Kemarin itu dirakit hanya untuk keperluan menyambut Presiden Joko Widodo. Sekarang dibongkar lagi, karena mesinnya akan diganti dengan mesin baru yang lebih baik sesuai dengan standar tender, lalu dikirim," ujar Antok kepada wartawan.

Menurut dia, pengirimam alat pertanian berupa ratusan traktor tangan dan pompa air tersebut akan dilakukan secara bertahap oleh pihak pabrik, yakni dari Kubota, Yanmar, dan Rutan. Rata-rata dalam sehari dikirim delapan truk dengan isi sekitar 20 traktor tiap truk atau sekitar 360 traktor untuk sekali angkutan.

"Untuk mengirim 852 unit traktor alat pertanian, diperlukan beberapa hari lagi. Prosesnya masih dikerjakan terus," tuturnya, lebih lanjut.

Nantinya, pengiriman bantuan alat pertanian tersebut akan langsung dialamatkan ke Dinas Pertanian masing-masing kota/kabupaten tujuan, untuk selanjutnya disalurkan ke kelompok tani yang mendapat jatah.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan bantuan alat pertanian berupa 852 unit traktor tangan dan 377 unit pompa air untuk perwakilan kelompok tani se-Jawa Timur. Pemberian bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, pada tanggal 31 Januari 2015.

Adapun, pemberian alat pertanian itu bertujuan mendukung program pemerintah swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. Untuk meraihnya diperlukan perbaikan saluran irigasi, distribusi pupuk yang baik, dan bibit unggul.

Untuk tahun ini pemerintah akan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektare, bantuan benih jagung seluas 98 ribu hektare, dan kedelai 70 ribu hektare.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement