Kamis 19 Jul 2012 17:14 WIB

Kasus Penyimpangan Anggaran Terungkap, Presiden SBY Senang

Sidang Kabinet
Foto: Haryanto/Setpres
Sidang Kabinet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku senang dengan terungkapnya kasus-kasus penyimpangan penggunaan anggaran yang melibatkan oknum eksekutif dan legislatif, terutama jajaran pemerintahan dan DPR.

"Muncul sekarang satu persatu (kasus-kasus penyimpangan penggunaan anggaran --red), saya senang sekali, siapapun, dari manapun, dari partai manapun, saya senang sekali, sekaligus kita ambil tindakan yang tegas," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna mengenai persiapan Ramadhan.

Kepala Negara mengatakan delapan tahun terakhir pemerintahan kepemimpinannya sudah berusaha menata, mengatur dan mengawasi untuk menghindari penyimpangan penggunaan anggaran yang pada akhirnya hanya akan merugikan negara namun ternyata masih ada orang atau pihak yang sepertinya tidak peduli dan menganggap upaya itu hanya angin kosong.

"Ini saya prihatin benar...Boleh saya sebut dengan istilah kongkalikong, sejak perencanaan sudah kongkalikong, pelaksanaannya kongkalikong, negara dirugikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga mengaku bahwa mendapatkan banyak laporan terkait hal itu walaupun tidak banyak memberikan komentar untuk menghindari kegaduhan politik.

"Saya tahu banyak hal, meski tidak selalu banyak bicara, saya hemat bicara, supaya tidak gaduh dan secara politik tidak menimbulkan yang tidak-tidak tetapi saya tahu dan saya mengikuti," katanya seraya menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah oknum yang melakukan kongkalikong terkait anggaran.

Namun sekalipun mengaku memiliki informasi yang sahih, Presiden Yudhoyono tetap mempercayakan kepada penanganannya kepada para aparat penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum yang lain.

"Saya akan mengikuti dinamika persidangan di KPK ataupun di pengadilan yang lain," katanya.

Kepala Negara secara khusus juga menyampaikan harapannya pada seluruh jajaran kabinet untuk bersama-sama mengemban amanah dengan baik hingga berakhirnya masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Saya ingin bersama-sama sampai masa bakti kabinet ini tahun 2014. tetapi berpulang kepada kita semua, berpulang kepada saudara semua, apakah bisa sama-sama menjaga amanah, apakah bisa sama-sama tidak tergoda untuk meladeni yang aneh-aneh," ujarnya tanpa mengelaborasi lebih lanjut informasi yang dimaksud.

Beberapa waktu terakhir KPK memang tengah aktif melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah oknum dari kalangan eksekutif ataupun legislatif atas dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement