Selasa 16 Aug 2011 10:28 WIB

Djoko Suyanto: Nazaruddin Takut Diracun

Rep: c41/ Red: Stevy Maradona
Nazaruddin di Gedung KPK.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Nazaruddin di Gedung KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan saat ini pihaknya sedang memetakan prioritas penangkapan atas 50 buronan seperti Nazaruddin yang lari ke luar negeri. Tetapi Djoko menegaskan bahwa penentuan prioritas buronan berada di tangan Kepolisian dan Kejaksaan.

"Kami sedang memetakan mana yang harus didahulukan. Saya kira Kejaksaan dan Kepolisian serius untuk mengurus semua itu," ujar Djoko saat menghadiri Sidang Pembacaan Nota Keuangan RAPBN 2012 di Gedung DPR RI, Selasa (16/7).

Pencarian istri mantan Kapolri Adang Daradjatun yang juga menjadi buron KPK, Nunun Nurbaeti juga menjadi salah satu pelarian yang akan diprioritaskan. "Itu (Nunun) salah satu dari sekian banyak yang sedang dicari."

Prioritas penangkapan 50 buronan dilakukan setelah perhatian ditujukan kepada buron KPK yang juga mantan kader Partai Demokrat, M NAzaruddin. Nazar kini berada di Rutan Mako Brimob, Depok setelah berhasil ditangkap di Kolombia dan dipulangkan akhir pekan lalu.

Mengenai keluhan Nazar yang ketakutan akan diracun, Djoko yakin bahwa Kepolisian akan memperhatikan ketakutan Nazar selama berada di tahanan. "Kapolri sudah katakan, ada dokter yang memeriksa apapun yang berhubungan dengan makanannya, tamunya. Semuanya dimonitor," tambah Djoko.

Djoko mengingatkan bahwa pesan yang disampaikan Presiden SBY sudah jelas, "Menjaga keselamatannya sehingga semua pasti akan dilaksanakan sebaik-baiknya." Kepolisian, Djoko menjamin, tidak akan sembarangan mengelola Rutan lokasi Nazar ditahan.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi