REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD), Saan Mustopa mengatakan dirinya sempat mengingatkan Ketua DPP PD, Benny K Harman untuk tidak terlibat dalam pertemuan pada kisaran 2010 lalu. Saat itu, diakui keduanya ada pertemuan antara Saan, Banny, Nazar, dan Direktur Penindakan KPK, Ade Raharja di kawasan Casablanka, Jakarta Selatan.
"Saya yang mengingatkan Benny untuk tidak melayani. Benny saya BBM," katanya saat ditemui sebelum pidato kenegaraan di ruang sidang Nusantara, Selasa (16/8).
Hal yang dimaksud Saan yakni agar Benny tidak terlibat dalam percakapan dan agenda yang mungkin dirancang oleh Nazar. Ia pun menegaskan dirinya datang terlambat, seperti halnya Benny yang menyatakan dirinya datang terlambat ke pertemuan itu. Ia pun mengaku tidak tahu agenda apa yang dirancang oleh Nazar atas pertemuan itu. Menurutnya, hal tersebut hanya merupakan agenda pribadi Nazar dan tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Dalam keterangan sebelumnya, Saan mengakui ada pertemuan antara Saan, Nazar dan pimpinan KPK dua kali pada kisaran 2010. Ia menyatakan dirinya datang terlambat. Bahkan ia sempat minta maap kepada Ade Raharja dan mengatakan agar pertemuan itu tidak menyulitkan pimpinan KPK itu baik secara pribadi ataupun institusi.




