REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA –Sejumlah massa tak dikenal merusak rumah tokoh jemaat Ahmadiyah sekaligus pusat kegiatan keagamaan di Kampung Tolenjeng RT 7 RW 2, Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, Tasikmalaya, Selasa (29/3) sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat aksi massa yang diperkirakan berjumlah 50 orang tersebut, rumah pasangan Iyos-Euis tersebut di beberapa bagian.
Menurut penuturan Ketua RW 2 Yoyo Sunaryo, peristiwa perusakan tersebut terjadi tengah malam. Saat itu, warga mendengar sejumlah sepeda motor menuju rumah korban. Tak lama kemudian, terdengar suara gaduh dan bunyi pecahan kaca dari arah rumah Iyos. Rupanya, sekelompok massa yang berjumlah 50 orang itu memaksa masuk ke dalam rumah. Mereka menghancurkan kaca depan rumah dan mengobrak-abrik isi rumah tersebut.
Setelah merusak rumah korban, puluhan massa tak dikenal itu langsung kabur. Beruntung, kata Yoyo, saat kejadian penghuni rumah langsung kabur mengamankan diri. Ia mengatakan, tak ada korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni pusat kegiatan Ahmadiyah itu selamat. ‘’Saya tidak mengenal mereka (massa). Mereka dating tiba-tiba dan langsung pergi setelah merusak rumah tersebut,’’kata dia.
Aksi perusakan tersebut, lanjut Yoyo, langsung dilaporkan ke polisi. Tak lama kemudian, sejumlah personel polisi dari Polresta Tasikmalaya dibantu unsure TNI tiba di lokasi. Aparat langsung melakukan pengamanan terhadap lokasi tersebut. Sementara warga tak berani memasuki rumah korban karena dijaga oleh aparat. ‘’Warga hanya melakukan pengamanan di tempat mereka masing-masing. Kami langsung melakukan ronda bersama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,’’tutur dia.
Dikatakan Yoyo, perusakan terhadap aset Ahmadiyah bukan kali pertama terjadi di tempat tersebut. Pada 2003, imbuh dia, sebuah masjid milik jemaat Ahmadiyah di tempat tersebut dirusak massrtiban. hingga rata dengan tanah. Ia berharap masalah tersebut segera diselesaikan agar tercipta keamanan dan ketertiban. ‘’Sejak kasus Ahmadiyah mencuat, warga di sekitar rumah jemaat Ahmadiyah jadi was-was,’’kata dia.
Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Moch Hendra, mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap aksi perusakan tersebut. Ia mengatakan, untuk mengamankan lokasi tersebut polisi bekerjasama dengan unsure TNI melakukan penjagaan bersama. ‘’Kami belum bisa memberikan keterangan siapa pelaku perusakan ini. Yang jelas penyelidikan terus kita lakukan,’’kata dia. N jok