Rabu 13 May 2026 19:29 WIB

Ini 5 Tuntutan Iran Jika AS Ingin Akhiri Perang

Syarat-syarat dari Iran tersebut merupakan "jaminan minimum" yang wajib dipenuhi AS.

Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi putaran kedua dengan Amerika Serikat (AS) selama lima tuntutannya dipenuhi untuk memulihkan kepercayaan dengan Washington. Kantor Berita Fars pada Selasa (12/5/2026) mengungkapkan, dengan mengutip sumber, syarat-syarat dari Iran tersebut merupakan "jaminan minimum" yang wajib dipenuhi supaya negosiasi baru dengan AS dapat dilangsungkan.

Lima tuntutan Iran itu ialah mengakhiri perang di semua garda, khususnya Lebanon; pencabutan sanksi; pencairan aset Iran yang dibekukan; kompensasi atas kerusakan perang; serta pengakuan atas hak kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga

Iran juga telah menyampaikan kepada Pakistan, selaku mediator, bahwa keberlanjutan blokade laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata semakin meningkatkan rasa ketidakpercayaan Iran untuk melakukan pembicaraan terbaru soal negosiasi dengan AS, menurut sumber tersebut.

Laporan tersebut menambahkan tuntutan Iran itu semata-mata demi menciptakan kepercayaan untuk kembali ke meja perundingan. Teheran pun meyakini negosiasi tak dapat dimulai tanpa perwujudan konkret atas kelima syarat tersebut.

Menurut Fars, kelima syarat dari Iran tersebut diajukan sebagai balasan atas 14 poin usulan dari pihak Amerika. Usulan Amerika dinilai terlalu berat sebelah dan hanya sebagai upaya mengamankan tujuan yang gagal dicapai dalam perang.

Pada Ahad (10/5/2026), Iran menyampaikan kepada Pakistan atas respons mereka terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump menyebut respons Iran itu benar-benar tak dapat diterima.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement