Sabtu 21 Mar 2026 11:16 WIB

Menlu Iran Kritik Inggris, Sebut Starmer Pertaruhkan Nyawa Warganya

Keputusan izin pangkalan untuk AS dinilai memicu eskalasi konflik.

Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).
Foto: X
Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mempertaruhkan nyawa warga negaranya dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran.

"Sebagian besar rakyat Inggris tidak ingin terlibat dalam perang pilihan Israel-AS terhadap Iran. Dengan mengabaikan rakyatnya sendiri, Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri," tulis Araghchi di X.

Baca Juga

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Inggris pada Jumat menyetujui penggunaan pangkalan-pangkalan Inggris oleh AS untuk serangan terhadap situs-situs rudal Iran.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran menanggapi dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement