Rabu 18 Mar 2026 10:16 WIB

Alasan Direktur Kontraterorisme AS Mundur: Iran tidak Mengancam hingga tak Sesuai Hati Nurani

Langkah itu diambil sebagai bentuk protes atas perang yang dimulai AS dan Israel.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat Joseph Kent.
Foto: Reuters
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat Joseph Kent.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (17/3/2026). Langkah itu diambil Kent sebagai bentuk protes atas perang yang dimulai AS dan Israel terhadap Iran.

"Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran," kata Kent dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden AS Donald Trump, dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

"Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat," tambah Kent dalam suratnya.

Kent, yang saat ini berusia 45 tahun, merupakan mantan anggota pasukan khusus Green Beret. Dia telah menjalani beberapa misi tempur. Istri Kent, Shannon, juga pernah bertugas di militer AS dan tewas dalam serangan bom bunuh diri di Suriah pada 2019.

“Sebagai seorang veteran yang telah 11 kali dikerahkan ke medan perang dan sebagai suami yang kehilangan istri tercinta saya, Shannon, dalam perang yang direkayasa oleh Israel, saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika,” ucap Kent dalam suratnya.

Setelah meninggalkan Angkatan Darat AS, Kent bertugas sebagai perwira paramiliter di Badan Intelijen Pusat (CIA). Setelah diangkat Trump sebagai direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Kent bekerja di bawah Tulsi Gabbard, direktur intelijen nasional. Kent menganalisis dan mengoordinasikan respons AS terhadap ancaman terorisme dan menjabat sebagai penasihat utama kontraterorisme bagi presiden.

“Hingga Juni 2025, Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merampas nyawa berharga para patriot Amerika dan menguras kekayaan serta kemakmuran bangsa kita,” kata Kent dalam suratnya kepada Trump, yang ia unggah lewat akun X-nya.

“Pada awal pemerintahan ini, pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang sepenuhnya merusak platform 'America First' Anda dan menabur sentimen pro-perang untuk mendorong perang dengan Iran,” tambah Kent.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement