REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pemantauan arus mudik Lebaran 2026 dilakukan menggunakan teknologi digital. Sistem tersebut memungkinkan kepolisian memperoleh data lalu lintas secara real time.
Teknologi tersebut membantu petugas menentukan langkah pengaturan arus kendaraan selama masa mudik.
“Kita sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau, memutuskan, dan mencari data riil sebagai dasar pengambilan keputusan,” kata Agus saat meninjau Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 Polda Jawa Barat di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, pada Ahad (15/3/2026).
Pemantauan berbasis teknologi tersebut digunakan untuk membaca perkembangan volume kendaraan di jalur utama menuju Trans Jawa. Data lalu lintas yang terkumpul menjadi dasar penentuan kebijakan manajemen arus kendaraan di jalan tol.
Agus menerangkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode puncak mudik. Prediksi arus kendaraan juga dihitung menggunakan data yang dipantau melalui sistem digital. “Diperkirakan tanggal 17 sampai 18 itu arus puncak. Nanti akan dilakukan parameter manajemen lalu lintas, baik one way maupun contraflow,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kesiapan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya yang terintegrasi dengan dukungan infrastruktur teknologi. Pos tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan arus lalu lintas selama masa mudik.
Lihat postingan ini di Instagram