REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi senyap tersebut, penyidik KPK dikabarkan menciduk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Syamsul dikenal sebagai politisi PKB.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi OTT itu pada Jumat (13/3/2026).
Tapi Fitroh enggan menerangkan perkara yang melilit Bupati Cilacap. KPK pun belum menyebut pihak mana saja yang ikut diringkus lewat operasi itu. KPK mempunyai tenggat waktu maksimal 1x24 jam guna menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut.
Profil Syamsul Auliya Racman:
Dalam Pilbup Cilacap 2024, Syamsul mendaftarkan diri sebagai Bupati Cilacap untuk masa jabatan 2025–2030 bersama politikus Partai Golongan Karya, Ammy Amalia Fatma Surya. Syamsul-Ammy sukses memenangi Pilbup Cilacap usai mendapafkan 414.533 suara atau 43,81 persen dari total suara sah.
Diketahui, Syamsul merupakan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021-2026. Syamsul pernah menjadi Wakil Bupati Cilacap (2017-2022).
Syamsul menamatkan sekolah di SDN Tritih Wetan 1 (1992-1998), SMP Negeri 5 Cilacap (1998-2001), SMA Negeri 1 Cilacap (2001-2004), dan terakhir di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2004-2008).
Bermodal ijazah dari IPDN, Syamsul sempat menjadi PNS hingga duduk sebagai Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja (2012-2013) dan Kasubag Otonomi Daerah dan Kerjasama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap (2013-2016). Syamsul menikah dengan perempuan bernama Ira Tanti.