Sabtu 28 Feb 2026 17:57 WIB

Malaysia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Indonesia Minta Semua Pihak Tahan Diri

Serangan AS-Israel ke Iran dinilai melanggar hukum internasional.

Rep: Antara/Teguh/Bambang/ Red: Teguh Firmansyah
Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebuh dulu mengancam.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebuh dulu mengancam.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan Malaysia mengecam keras serangan Israel ke Iran. Kuala Lumpur menyatakan dunia saat ini tidak memerlukan perang baru.

"Tindakan agresif ini hanya akan menambah penderitaan rakyat yang tidak bersalah dan membuka peluang terjadinya konflik yang lebih luas. Dunia saat ini tidak membutuhkan perang baru," kata Mohamad Hasan dalam keterangan Wisma Putra, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu.

Baca Juga

Hasan mengatakan tindakan serangan itu sangat mengkhawatirkan dan berisiko memicu ketegangan yang lebih besar di kawasan tersebut.

Menurutnya, serangan tersebut jelas melanggar prinsip hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa, resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB, serta prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menilai serangan tersebut juga telah melanggar kedaulatan sebuah negara serta mengancam keamanan dan stabilitas regional. "Apa pun alasan yang diberikan, kekerasan bukanlah jalan penyelesaian," kata Hasan.

Dia menekankan Malaysia mengecam sekeras-kerasnya tindakan kejam Israel, dan menyerukan serangan segera dihentikan. "Perundingan perlu dilakukan demi menjamin perdamaian serta stabilitas global," kata Hasan.

Sementara Indonesia dalam keterangannya tidak menggunakan diksi mengecam. Pemerintah RI melalu Kemenlu sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement