Rabu 25 Feb 2026 03:15 WIB

Menteri PANRB: Tidak Semua ASN Bisa Jadi Komponen Cadangan

Menteri PANRB menyatakan tidak semua ASN bisa menjadi komponen cadangan karena adanya persyaratan dan kuota yang harus dipenuhi.

Rep: antara/ Red: antara
Menteri PANRB: Tidak semua ASN bisa jadi komcad.
Foto: antara
Menteri PANRB: Tidak semua ASN bisa jadi komcad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa tidak semua aparatur sipil negara (ASN) dapat menjadi bagian dari komponen cadangan (komcad). Hal ini disampaikan Rini di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, pada Selasa (24/2). Menurutnya, ada persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan undang-undang dan kuota yang ditentukan oleh Kementerian Pertahanan.

Rini menjelaskan bahwa meskipun ada ASN yang bersedia secara sukarela untuk menjadi komcad, mereka tetap harus memenuhi persyaratan yang ada. "Untuk sukarela, kalau dia enggak memenuhi syarat juga enggak bisa," ujarnya.

Lebih lanjut, jika ASN memenuhi persyaratan untuk menjadi komcad, mereka akan diikutsertakan dalam pelatihan selama 30-45 hari. Kementerian PANRB telah mengimbau partisipasi ASN dalam peran ini melalui Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Peran Serta Pegawai ASN sebagai Komcad dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara, yang ditandatangani oleh mendiang Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo.

Pelatihan dan Dukungan TNI

Sebelumnya, pada 31 Januari 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta akan diikutsertakan sebagai komcad. ASN yang terlibat berusia antara 18-35 tahun dan akan mengikuti pelatihan dasar militer.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan bahwa pendidikan dasar bagi 4.000 ASN tersebut kemungkinan akan dimulai pada April 2026. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyatakan kesiapan TNI AD untuk memfasilitasi pendidikan bagi para ASN tersebut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement