Senin 23 Feb 2026 06:12 WIB

Kelompok Separatis Bersenjata Serang Perusahaan Tambang Emas di Nabire, Dua Penjaga Tewas

Penyerangan di pos pengamanan PT Kristal Nabire.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.
Foto: Istimewa
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Kelompok separatis bersenjata di Papua kembali melakukan penyerangan mematikan. Satgas Operasi Damai Cartenz melaporkan, pada Sabtu (21/2/2026) dua petugas penjaga di pos pengamanan perusahaan penambangan emas di Nabire, Papua Tengah, PT Kristal Nabire, tewas di tempat setelah kelompok separatis bersenjata melakukan penembakan dan pembakaran.

Di Yahukimo, Papua Pegunungan, Satgas Damai Cartenz menangkap 28 orang, dan menetapkan sembilan di antaranya sebagai tersangka terkait aksi-aksi penyerangan dan pembunuhan yang terjadi di wilayah tersebut. Kasatas Humas Satgas Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Yusuf Sutedjo dalam siaran pers video yang diterima wartawan di Jakarta, menyampaikan penyerangan di pos pengamanan PT Kristal Nabire terjadi di Kilometer (Km) 38 Kampung Lagari Jaya, di Distrik Makimi.

Baca Juga

“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Dan pelaku penyerangan melakukan perusakan pada fasilitas-fasilitas perusahaan,” kata dia, Ahad (22/2/2026).

Satgas Damai Cartenz hingga saat ini masih melakukan pengamanan di areal sekitar penyerangan. Dan pada Ahad (22/2/2026), pasukan Operasi Damai Cartenz sudah melakukan evakuasi terhadap dua jenazah korban penyerangan dan membawanya ke RSUD Nabire. Belum dijelaskan identitas dua korban dalam penyerangan tersebut.

Namun dipastikan, kata Yusuf, tim penjagaan PT Kristal Nabire di pos pengamanan tersebut, bukan dari satuan kepolisian. Dan saat dilakukan evakuasi, kata Yusuf, kondisi kedua jenazah sudah dalam keadaan memilukan. Karena melihat lokasi penyerangan yang habis terbakar.

“Dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara reruntuhan bangunan pos pengamanan yang dibakar. Dan identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat,” ujar Yusuf.
 
Dari olah tempat kejadian, kata Yusuf, Satgas Damai Cartenz juga menemukan bekas-bekas penyerangan kelompok bersenjata pada sebuah kendaraan milik PT Kristal Nabire. Yaitu berupa lubang-lubang bekas tembakan dari arah depan kendaraan.
 
Akan tetapi, dari penyerangan itu, tim yang melakukan olah tempat kejadian tak ditemukan proyektil peluru. “Diduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter,” kata Yusuf.
 
Dan dari keterangan saksi-saksi yang dihimpun di lokasi kejadian, penyerangan berawal dari rentetan suara tembakan yang terdengar pada Sabtu siang, sekitar pukul 12:00 waktu setempat. Empat orang saksi yang dimintai keterangan menyampaikan melihat tiga orang pelaku penyerangan. Tetapi jumlah para pelaku penyerangan itu belum dapat dipastikan.
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement