REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengaku, bertemu dengan sejumlah kepala negara dalam lawatannya ke Eropa belum lama ini. Selain ke London, Inggris, Prabowo juga mengunjungi Davos, Swiss, dan mampir ke Paris, Prancis.
"Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga. Kita di sini menghapdapi tantangan ya perubahan iklim mengakibatkan kita menerima banyak bencana dan sebagainya," ucap Prabowo dalam pidatonya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo mengungkapkan, di tingkat dunia, para kepala negara mengkhawatirkan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Dia menyebut, Perang Dunia Ketiga akan melibatkan negara pemilik senjata nuklir.
"Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena, kita akan kena partikel-partikel radioaktif, mungkin ikan-ikan kita nanti terkontaminasi semua akan terjadi nuklir winter, karena debunya menutup matahari, dan menutup mataharinya tidak satu tahun, dua tahun,tidak tiga tahun," ujar Prabowo.
Dia menyebut, para ahli mengatakan musim dingin nuklir bisa berlangsung puluhan tahun. "Ini yang dibicarakan di dunia, karena itu saya jalankan mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan poliik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif, tapi Non-Allign, Non-Blok, kita tidak akan ikut pakta militer mana pun," kata Prabowo.
Dia pun tetap memegang filosofi yang diaplikasikan dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, apalagi satu musuh. Itu garis kita, tapi kita mengerti semua, kalau kita sunguh-sunguh mau Non-Blok, kalau kita sungguh sungguh tidak terlibat dalam pakta," jelas Prabowo.
Hanya saja, Prabowo menyampaikan, ada risiko yang harus dihadapi Indonesia karena tidak bergabung dengan blok militer tertentu. "Kalau kita sungguh sungguh mau bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita. Percaya sama saya, nobody is going to help us," katanya.