Senin 16 Mar 2026 13:54 WIB

Indonesia Non-Blok, tidak Akan Gabung Aliansi Militer

Prabowo menjelaskan, RI gabung BOP untuk kemerdekaan Palestina.

Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, sesuai Undang-Undang Dasar 1945, yaitu tidak memihak blok kekuatan mana pun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.

"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul "Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis" dikutip Republika di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca Juga

Menurut dia, Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Karena itu, Indonesia pun harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat. "Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," ujar Prabowo.

Dia menjelaskan, Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan memiliki postur militer yang bersifat defensif. Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS), Prabowo kembali menjelaskan, tujuan Indonesia adalah kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," ucap Prabowo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement