REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengatakan, ia "cukup terkejut" dengan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Dia mengaku, tidak melihat "rasionalitas dan alasan" dalam serangan militer dua negara itu ke Iran.
Prabowo juga mengecilkan kekhawatiran bahwa China mungkin akan memanfaatkan situasi tersebut dengan mengambil tindakan terhadap Taiwan. Dalam wawancara dengan Bloomberg, Prabowo mencatat, para pemimpin China telah berkonsentrasi pada peningkatan kehidupan warganya dan "mereka akan berusaha untuk menghindari konflik terbuka."
Selain itu, Prabowo membenarkan bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) produksi China. Dia menegaskan, Indonesia bisa membeli senjata dari mana saja dan tidak akan bersekutu secara militer dengan kekuatan besar mana pun.
Prabowo menegaskan, Indonesia mempertahankan hubungan baik dengan semua negara tetangganya, dan postur militernya bersifat defensif. "Kita tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Prabowo. "Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun."