Ahad 15 Mar 2026 15:26 WIB

Prabowo Ragukan Serangan AS Dapat Gulingkan Pemerintahan Iran

Prabowo melihat tidak adanya rasionalisasi dalam perang melawan Iran.

Presiden Prabowo Subianto
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Presiden Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengaku cukup terkejut dengan Perang AS-Israel di Iran. Prabowo tidak melihat adanya "rasionalisasi" dalam kampanye militer tersebut.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan  dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg baru-baru ini. 

Baca Juga

"Kita semua bingung," kata Prabowo, 74 tahun, tentang perang tersebut. "Dan saya sedih. Saya merasa tidak ada rasionalitas dalam hal ini."

Prabowo juga mempertanyakan apakah strategi AS untuk membom Iran akan mampu mengarah pada perubahan rezim.

“Sangat sulit untuk melakukan operasi ini hanya dari udara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dibutuhkan pengeboman tanpa pandang bulu untuk mencapai tujuan mereka.

Prabowo mengungkapkan, Iran baru-baru ini mengatakan kepadanya bahwa mereka waspada untuk memasuki negosiasi baru dengan AS buat menghentikan perang. Hal itu bukan tanpa alasan karena mereka merasa pada dasarnya telah ditipu dua kali. Dalam perang asimetris, tambahnya, mereka (Iran) benar-benar hanya harus bertahan hidup.

Prabowo, mantan tentara yang pernah bertempur it mengatakan dia tidak dapat memprediksi berapa lama perang akan berlangsung. Dia menambahkan bahwa semua pihak harus bersedia terlibat agar mediasi dapat membantu mengakhiri konflik.

Prabowo telah menawarkan diri sebagai mediator konflik AS-Iran. Namun hingga kini belum ada persetujuan kedua belah pihak bertikai. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement