Selasa 02 Jun 2026 19:46 WIB

Perwira Militer Iran: AS Tuntut Kami Menyerah Total, Tapi Kita Tolak! Perang tak Dapat Dihindari

Iran telah menyiapkan kembali persenjataan untuk perang baru melawan AS.

Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Seorang perwira militer senior Iran mengatakan pada Selasa bahwa dimulainya kembali permusuhan dengan Amerika Serikat tidak dapat dihindari. Ini lantaran negosiasi antara Teheran dan Washington tampaknya terhenti.

“Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah,” kata Mohammad Jafar Assadi, wakil kepala komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya. “Tanpa penyerahan, perang tidak dapat dihindari.”

Baca Juga

Negosiasi AS yang ditengahi Pakistan menemui titik buntu. AS menuntut semua pengayaaan uranium Iran dimusnahkan. Namun Teheran menolak tuntutan tersebut. Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk energi, bukan senjata.

Teheran belum menanggapi usulan kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara. "Diskusi tentang teks akhir terus berlanjut di Teheran," kata sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran kepada Mehr News pada hari Selasa.

Sumber tersebut mengatakan Iran meninjau proposal tersebut dengan hati-hati karena apa yang dilihatnya sebagai sejarah ketidakpatuhan AS dan ketidakpercayaan yang telah lama ada.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Iran mencari manfaat yang nyata dan konkret,” kata sumber tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement