Senin 22 Dec 2025 16:30 WIB

Kadernya Bupati Bekasi Diciduk KPK, Ketua PDIP: Ini Tanggung Jawab Pribadi, Kami tak Ajarkan Korupsi

PDIP mendesak KPK tak tebang pilih dalam berantas korupsi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya H.M. Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya H.M. Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PDIP menganggap Bupati Bekasi Ade Kuswara yang berstatus tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK merupakan perkara pribadi. PDIP mensinyalkan agar KPK berlaku adil dalam menindak kasus korupsi.

"Partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi. Jadi saat terjadi kasus seperti ini maka jadi tanggungjawab pribadi," kata Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira saat dikonfirmasi pada Senin (22/12/2025).

Baca Juga

Andreas juga mendesak KPK tak tebang pilih saat memberantas korupsi. Ini mensinyalkan agar tak hanya kader PDIP yang disasar oleh KPK.

"Agar KPK juga sebagai lembaga penegak hukum berlaku adil, tidak tebang pilih dan tidak menjadi alat politik karena masyarakat pun tahu dan melihat banyak indikasi kasus-kasus lebih besar yang seharusnya ditindaklanjuti namun didiamkan," ujar Andreas.

Pada prinsipnya, PDIP menghormati upaya hukum yang dilakukan KPK. Andreas mengklaim PDIP secara rutin sudah mengingatkan kader agar menjauhi korupsi.

"Secara prinsip PDIP menghormati semua proses hukum, termasuk kasus yang terjadi pada kader PDI Perjuangan, seperti yang terjadi pada Bupati Bekasi atau Bupati Ponorogo," ujar Andreas.

Sehingga Hugo merasa prihatin atas korupsi yang masih terjadi di kalangan pemimpinan daerah asal PDIP. Hugo memastikan PDIP tak menyerah untuk mendidik kader agar terhindar dari aksi korupsi. "Partai tidak akan menyerah untuk tetap mendidik kader-kadernya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan koruptif," ujar Andreas.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement