Sabtu 20 Dec 2025 11:56 WIB

Kementerian PU Fokus Pulihkan Jalan Nasional dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Sumatera

Kementerian PU telah menurunkan 1.328 personel dan memobilisasi 872 unit alat berat.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kementerian Pekerjaan Umum bersama jajaran TNI Kodam Iskandar Muda telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara melintasi Sungai Peusangan sehingga akses transportasi kembali tersambung dan dapat memperlancar bantuan kemanusiaan serta memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.
Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kementerian Pekerjaan Umum bersama jajaran TNI Kodam Iskandar Muda telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara melintasi Sungai Peusangan sehingga akses transportasi kembali tersambung dan dapat memperlancar bantuan kemanusiaan serta memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui langkah tanggap darurat lintas sektor, meliputi bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Dody menyampaikan pihaknya telah menurunkan 1.328 personel dan memobilisasi 872 unit alat berat serta peralatan pendukung untuk membuka kembali akses konektivitas, memulihkan layanan air bersih dan sanitasi, serta menormalkan sungai dan jaringan irigasi di wilayah terdampak.

“Penanganan bidang Bina Marga difokuskan pada pemulihan jalan dan jembatan nasional,” ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga

Di Aceh, ujar dia, dari 38 ruas jalan nasional terdampak, sebanyak 26 ruas telah fungsional, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan dan pemasangan jembatan bailey. Di Sumatera Utara, lanjut Dody, 10 dari 12 ruas jalan nasional terdampak telah kembali berfungsi.

“Sementara di Sumatera Barat, 29 dari 30 ruas jalan nasional terdampak telah fungsional dan ditargetkan sepenuhnya pulih sebelum akhir Desember 2025,” sambung Dody.

Pada sektor Sumber Daya Air, lanjut Dody, Kementerian PU melakukan normalisasi sungai, perbaikan bendung, serta rehabilitasi jaringan irigasi. Tercatat, luasan lahan irigasi terdampak mencapai 108.622 hektare di Aceh, 101.822 hektare di Sumatera Utara, dan 84.971 hektare di Sumatera Barat, dengan penanganan darurat dan rehabilitasi bertahap untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Sementara itu, di bidang Cipta Karya, Kementerian PU memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penanganan lebih dari 170 SPAM, ratusan sarana sanitasi, serta pengiriman sarana pendukung seperti mobil tangki air, hidran umum, toilet portabel, dan instalasi pengolahan air (IPA) mobile ke 20 kabupaten/kota terdampak,” lanjut Dody.

Dody menegaskan seluruh jajaran terus disiagakan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Ia menyampaikan pemulihan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat segera kembali normal.

“Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BUMN, dan masyarakat setempat hingga seluruh infrastruktur terdampak tertangani secara menyeluruh,” kata Dody.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement