Ahad 30 Nov 2025 22:42 WIB

Viral Video Warga Korban Banjir di Sibolga Jarah Gudang Bulog, Begini Faktanya Menurut BNPB

Warga Sibolga sempat tak memiliki stok bahan pangan di situasi kebencanaan.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Foto udara dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Berdasarkan data dari Polda Sumatera Utara jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga hingga Ahad (30/11) pukul 09:00 WIB sebanyak 32 jiwa dan 65 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Irsal
Foto udara dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Berdasarkan data dari Polda Sumatera Utara jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga hingga Ahad (30/11) pukul 09:00 WIB sebanyak 32 jiwa dan 65 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, SILANGIT — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui adanya aksi masyarakat korban bencana banjir di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang ‘menjarah’ gudang Bulog demi mendapatkan beras untuk makan, Sabtu (29/11/2025). Ketua BNPB Letnan Jenderal (Letjen) Suharyanto mengatakan, situasi itu terjadi karena masyarakat sempat tak memiliki stok bahan pangan di situasi kebencanaan yang melanda wilayah tersebut.

“Saya sampaikan memang sempat ya, sempat kemarin masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah sempat untuk mengambil gudang Bulog, beras,” kata Suharyanto melalui konfrensi pers harian penanganan bencana banjir bandang dan longsor Sumatera, yang disiarkan live melalui kanal resmi BNPB, pada Ahad (30/11/2025).

Baca Juga

Suharyanto tak memakai kata ‘penjarahan’ dalam penjelasannya itu. Tetapi, dia menerangkan aksi masyarakat itu diketahui oleh otoritas setempat, pun Kapolda, sampai Pangdam.

Karena itu, kata Suharyanto, otoritas kepolisian, dan militer, termasuk para aparat pemerintahan daerah setempat memfasilitasi reaksi masyarakat itu dengan pengedropan bahan-bahan makanan yang berasal dari gudang Bulog. “Forkopimda, Kapolda, Pangdam datang ke sana, mengatur. Jadi beras di gudang Bulog itu diberikan kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah,” ujar Suharyanto.

photo
Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11). - (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Dia menegaskan, tak ada reaksi masyarakat yang berlebihan dalam kejadian itu. Karena kata dia, aksi tersebut didominasi para perempuan. “Tidak ada unsur kekerasan dan paksaan. Itu rata-rata ibu-ibu. Dan terakhir sudah kondusif,” ujar dia.

Menurut Suharyanto, pengedropan bahan makanan, dan sembilan bahan pokok untuk masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Sibolga, pun sudah teratasi. Bahkan kata dia, pada Senin (1/12/2025) diperkirakan bakal tiba bahan bantuan dan logistik seberat ratusan ton yang akan disebarkan untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumut, termasuk di Sibolga.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bulog, besok (1/12/2025) sore, karena besok pagi sudah berangkat kapal Angkatan Laut, beserta logistik lainnya, satu kapal isinya 100 ton logistik, beras, ada (mi instan), ada toilet portable, ada penjernih air, ada mobil dapur umum, besok sudah masuk,” ujar dia.

Suharyanto mengatakan, karena logistik dan bahan makanan sudah akan masuk ke wilayah-wilayah bencana di Sumut, harapan bersama agar situasi masyarakat pun akan membaik dan pulih. “Karena logistiknya sudah masuk lewat laut, mudah-mudahan atau lambat laun nanti kegelisahan masyarakat di Sibolga, dan Tapanuli Tengah yang terisolir ini, bisa pulih dan kembali normal,” ujar dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement