Ahad 30 Nov 2025 19:06 WIB

Tiga Prajurit TNI Terseret Banjir Bandang di Sumbar Saat Evakuasi Warga, Dua Meninggal, Satu Hilang

Prajurit yang masih belum ditemukan atas nama Pelda Yudi Gusnadi.

Warga melihat mobil yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Warga melihat mobil yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG -- Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengintensifkan upaya pencarian seorang prajurit TNI yang ikut terseret banjir bandang di perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025). Prajurit yang masih belum ditemukan atas nama Pelda Yudi Gusnadi.

"Duka mendalam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol atas peristiwa yang menimpa beberapa prajurit saat bertugas di lapangan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan evakuasi warga," kata Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Letnan Kolonel Kav Taufiq di Padang, Ahad (30/11/2025).

Baca Juga

Pada saat kejadian, terdapat tiga prajurit TNI yang bertugas menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana. Dua dari tiga jenazah telah berhasil ditemukan, namun satu prajurit atas nama Pelda Yudi Gusnadi hingga kini belum ditemukan.

Ketiga prajurit ini sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Kamis (27/11/2025) saat melaksanakan tugas kemanusiaan membantu evakuasi masyarakat terdampak longsor di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang. Sehari setelahnya, Jumat (28/11/2025), sekitar pukul 14.05 WIB, tim SAR gabungan menemukan jenazah yang merupakan anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang atas nama Prada Zeni Marpaung.

Korban ditemukan di sekitar aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

"Setelah ditemukan, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Sumbar langsung bekerja untuk memastikan identitas korban," katanya.

Taufiq mengatakan, Panglima TNI dan keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi kepada prajurit yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, personel TNI yang gugur sedang membantu arus lalu lintas imbas kemacetan dan membantu evakuasi masyarakat di sekitar Jembatan Kembar.

Salah seorang prajurit diketahui sempat mendengar adanya bunyi keras dari arah perbukitan kemudian memberitahukan kepada warga untuk segera mengevakuasi diri. Nahas, ketiganya ikut terseret sapuan banjir bandang.

"Kita turut berduka cita apalagi semangat prajurit ini membantu masyarakat saat bencana," kata Hendri Arnis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement