Ahad 30 Nov 2025 19:35 WIB

Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Aceh Bertambah Jadi 96 Orang

Sebanyak 113 orang korban banjir Aceh masih dinyatakan hilang.

Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025.
Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh merilis jumlah korban jiwa bertambah menjadi 96 orang pada Ahad (30/11/2025), pukul 16.14 WIB. Info yang sempat beredar menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 400 orang dipastikan hoaks.

"Data yang masuk saat ini jumlah bertambah karena jalur informasi mulai terhubung. Kita berharap jumlah korban jiwa tidak terus bertambah," kata Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh M Nasir di Banda Aceh, Ahad.

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan usai rapat evaluasi Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Ahad. Ia merincikan jumlah luka ringan sebanyak 1.284 orang, luka berat 330 orang dan dinyatakan hilang 113 orang.

Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh itu mengakibatkan sebanyak 89.959 kepala keluarga terdampak dan 62 ribu kepala keluarga di antaranya mengungsi. Ia mengatakan warga yang mengungsi akibat bencana hidrometeorologi tersebar di 514 lokasi pengungsian.

Bencana alam yang menimpa provinsi ujung paling barat Indonesia itu terdampak di 1.286 gampong/desa tersebar di 242 kecamatan.

"Saat ini Pemerintah Aceh bersama seluruh instansi terkait baik daerah dan pusat bekerja maksimal untuk evakuasi warga dan juga distribusi logistik ke seluruh daerah terdampak," katanya yang juga sekda Aceh.

Ia menambahkan bantuan yang disalurkan tersebut diangkut lewat darat dan udara serta laut untuk daerah yang belum bisa terhubung serta terisolir.

"Alhamdulillah kita ikut dibantu BNPB dan juga Kodam IM serta Polda Aceh dalam distribusi bantuan lewat jalur udara dan laut," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement