REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung pakan bagi peternak ayam ras petelur, khususnya di sentra unggas Sulawesi Selatan.
Penegasan ini disampaikan Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, dalam rangkaian Kunjungan Kerja Panja Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI ke Gudang Sewa Perum Bulog yang dikelola PT BGR Logistik Indonesia di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kota Makassar, Jumat (28/11/2025).
Rachmi menekankan agar Bulog terus mempercepat penyerapan dan pengadaan jagung dalam negeri agar mandat pemerintah dapat terpenuhi secara optimal.
“Kami masih memiliki 42 ribu ton stok yang siap segera didorong untuk memperkuat penyaluran SPHP di lapangan. Fokus kami adalah memastikan peternak mikro, kecil, dan menengah benar-benar merasakan manfaatnya, sehingga biaya pakan tetap terkendali dan produksi mereka tidak terganggu. Penyaluran harus cepat, tepat, dan berdampak,” ujar Rachmi.
Rachmi mengatakan, stok jagung yang tersedia masih sangat cukup untuk menopang stabilisasi harga pakan. Realisasi pengadaan jagung pemerintah hingga November 2025 mencapai 98.631 ton. Sementara itu, penyaluran SPHP hingga 15 November 2025 telah mencapai 51.210 ton atau 98,26 persen dari target 52,4 ribu ton hingga akhir November 2025. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan serta efektivitas intervensi pemerintah di lapangan.
“Terima kasih sekali atas masukan dari Pimpinan dan Anggota Komisi IV. Kami juga akan terus meng-update data penerima bersama Ditjen PKH supaya penyaluran SPHP makin akurat, tidak memberatkan peternak, dan betul-betul sampai kepada yang membutuhkan,” tambah Rachmi.
Di sisi lain, Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Titiek Soeharto meninjau langsung fasilitas penyimpanan jagung Bulog di Makassar untuk memastikan stok, kualitas komoditas, serta kesiapan gudang dalam mendukung kelancaran rantai pasok. Usai berdialog dengan mitra serta perwakilan petani dan peternak, Titiek menilai operasional gudang berjalan baik dan perlu diiringi dengan peningkatan penyerapan jagung di wilayah sentra produksi tersebut.
“Tidak ada temuan, semuanya bagus di sini. Fasilitasnya memadai, dan ke depan penyerapan jagung di Sulawesi Selatan perlu terus dioptimalkan agar Bulog semakin kuat menjaga stabilitas pangan,” ujar Titiek Soeharto.
Bapanas-Komisi IV DPR RI sepakat untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyempurnakan tata kelola data penerima. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat serapan gabah dan jagung secara nasional serta memastikan kebijakan stabilisasi pasokan berjalan efektif dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.