REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penanganan darurat bencana yang melanda Sumatera Utara (Sumut). Penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan ribuan warga mengungsi di berbagai titik di Sumut akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan kepala keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan. Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan.
"Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik. Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas, juga terputus," kata Suharyanto dalam keterangannya pada Ahad (30/11/2025).
Suharyanto menemukan sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat. Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi, sedangkan beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB dan kementerian/lembaga telah mengerahkan berbagai alutsista, termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.
“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” ujar Suharyanto.
Helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5 dan helikopter bantuan mitra swasta telah beroperasi aktif mendukung pendistribusian bantuan. Selain itu, pesawat Cessna Caravan digunakan untuk pengiriman logistik dan personel. "Alat berat dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk membuka akses jalan," ucap Suharyanto.
Dalam hal logistik, Suharyanto menyebut tahap pertama pengiriman ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah terpenuhi 100 persen. Adapun pengiriman ke Mandailing Natal masih terkendala akses darat. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, tenda, dan bahan pangan telah diterima dan didistribusikan bertahap.
"Untuk transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kita lakukan pengerjaan pembukaan hingga sore hari ini dan seterusnya,” ucap Suharyanto.