Ahad 30 Nov 2025 12:35 WIB

Presiden Putin Sampaikan Duka Cita atas Banjir Sumatera

Putin berharap masyarakat yang terdampak bisa segera jalani kehidupan normal.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Foto: Gavriil Grigorov, Sputnik, Kremlin Pool Photo
Presiden Rusia Vladimir Putin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan rasa duka citanya atas bencana banjir besar di wilayah utara Pulau Sumatera. Bencana alam itu sudah menewaskan ratusan jiwa dan mengakibatkan kerusakan besar di berbagai titik.

“Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya korban jiwa serta kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara Pulau Sumatera,” kata Presiden Putin, dalam pernyataan belasungkawa yang ia tujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto itu.

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis Kantor Kepresidenan Rusia via Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, dikonfirmasi Ahad (30/11/2025), Putin mengungkapkan Rusia turut berduka cita bersama masyarakat yang kehilangan keluarga dan kerabat mereka dalam bencana alam yang terjadi. Pemerintah beserta rakyat Rusia juga berharap supaya daerah-daerah yang terdampak bencana segera pulih, dan masyarakatnya dapat kembali menjalani hidup dengan normal, aman, dan sejahtera.

Sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Selasa (25/11/2025) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa serta terputusnya akses transportasi, aliran listrik, dan saluran komunikasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Sabtu (29/11/2025) jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor mencapai 303 orang, kemudian 279 orang dinyatakan hilang, dan 18 orang luka-luka. Dari angka itu, 166 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumatera Utara, 90 orang di Sumatera Barat, dan 47 orang di Aceh. Sementara itu, 133 orang di Sumatera Utara masih dinyatakan hilang, di Sumatera Barat ada 85 orang dinyatakan hilang, dan 51 orang dinyatakan hilang di Aceh.

Hingga Sabtu, total ada 11 helikopter milik TNI dan Basarnas yang dikerahkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi terdampak bencana. Sementara itu, enam kapal perang (KRI) juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengiriman bantuan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement